Di tangan Lani Cahyaningsari, sampah kaleng susu atau kaleng lainnya bisa disulap jadi barang bernilai jual yaitu dengan cara dilukis. Lani sudah melakukannya sekitar 20 tahun lebih lho. Bahkan karyanya sudah menyebar ke berbagai negara dari Australia, Singapura, Malaysia hingga Brunei Darussalam. Lani juga membuka kelas melukis kaleng bagi anak–anak dengan tujuan agar generasi muda menyadari lingkungan dan menyelamatkan bumi.
Tag Archives: kayu
Miniatur Kaleng Kreasi Ogifson Harianja
Ogifson Harianja mahir mengubah kaleng-kaleng bekas menjadi beragam miniatur. Ia mulai merintis usahanya di tahun 2009 setelah sadar akan pentingnya menjaga lingkungan. Saat ia membuat miniatur Vespa, karyanya jadi makin dikenal hingga akhirnya menyebar ke seluruh daerah. Ogifson juga kerap berpartisipasi di acara pameran-pameran produk lokal.
Chairul Firmansyah, Menjaga Eksistensi Mainan Kaleng
Chairul Firmansyah atau yang akrab disapa Kak Ulil sangat menyukai dunia anak-anak. Karena itu dia bergabung dengan Komunitas Teman Main di tahun 2019. bersama komunitasnya, Kak Ulil yang juga seorang pendongeng berniat melestarikan budaya permainan tradisional. Melalui permainan tradisional, Kak Ulil ingin merawat perdamaian di indonesia.
Presiden Beri tanda Kehormatan ke Tokoh Nasional
Presiden Joko Widodo memberikan penganugerahan tanda jasa dan kehormatan Bintang Mahaputera, Bintang Jasa dan Bintang Budaya Parama Dharma kepada 125 tokoh nasional, tenaga kesehatan, tenaga medis, sastrawan, birokrat, arkeolog dan seniman. Upacara penganugerahan diselenggarakan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (12/8) pagi. Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Lensa Indonesia RTV (@lensaindonesiartv)
Bermain Games Tebak Lagu Bersama Para Bintang Tamu
Sahabat RTV, selain ketiga bintang tamu, ada pula penyanyi lokal bersuara emas, yang berprestasi di dunia internasional. Nah, selanjutnya para bintang tamu akan bermain games tebak lagu. Games tebak lagu akan diiringi oleh beatbox dari Muhammad Fadhil. Wah, seru nih sahabat..
Welnadi alias Kak Iwel, Inisiator Komunitas ‘Ventrilokuis’
Mengolah bakat lewat suara perut dengan boneka alias ventriloquis dilakukan Welnadi alias Kak Iwel. Awalnya, Kak Iwel dikenal sebagai komedian. Tapi di tahun 2013, ia tertarik dengan ventriloquis. Setahun berikutnya Iwel memperdalam ilmunya pada maestro ventriloquis, Gatot Sunyoto. Bahkan.. tahun 2015, Iwel yang awalnya adalah seorang komedian, menginisiasi lahirnya komunitas ventriloquis Indonesia. Wah… keren ya Kak Iwel.
Muhammad Fadhil, Nge-Beatbox Hingga ke Panggung Asia
Sahabat punya bakat mengeluarkan suara musik dari perut? Ayo terus berlatih biar sama seperti Muhammad Fadhil, seorang beatboxer. Fadhil bahkan berprestasi dengan bakatnya ini. Dia masuk 16 besar kompetisi Armaggedon Beatbox Battle pada 2017 di Malaysia. Di negara yang sama, tahun 2019, ia menyabet juara kedua ajang Beatdown Beatbox Battle. Fadhil bakal ajak kita semua main games tebak lagu pakai beatbox, lho..
Sani Oktania, Tertarik Jadi ‘Dubber’ Sejak Kecil
Tahu tokoh Nia di film Thomas & Friends? Atau tokoh jahat si Tuan Serpent di film Space Cops yang tayang di RTV? Kenalin nih.. si pengisi suara alias dubber-nya, Sani Oktania. Dia sudah mulai tertarik dunia alih suara sejak duduk di bangku SMP lho. Sani kemudian memperdalam ilmunya dengan mengikuti pelatihan dubbing milik Maria Oentoe, di tahun 2000.
Aang Hudaya, Manfaatkan Plastik Bekas dengan ‘Ecobrick’
Sebagian masyarakat menganggap botol plastik bekas sebagai sampah. Namun Aang Hudaya menjadikan ecobrick sebagai solusi sederhana untuk mengatasi masalah sampah plastik. Sebagai penggagas komunitas ecobrick Bogor, ia kerap memberikan pelatihan untuk membangun budaya minim sampah. Pembuatan ecobrick dimulai dengan mengisi botol plastik dengan berbagai jenis plastik bekas yang bersih dan kering, ecobrick dibuat dengan kepadatan tertentu yang dapat berfungsi sebagai blok bangunan sehingga dapat digunakan kembali. Ecobrick dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku membuat konstruksi serta furnitur.
Istiningsih dan Suprapminingsih, Ubah Sampah Botol Plastik Menjadi Kerajinan Cantik
Sejak aktif mengelola bank sampah Migunani Asri Madani di kawasan Cisauk Tangerang Banten pada 2017, Istiningsih dan Suprapminingsih terinspirasi untuk berkreasi dengan botol-botol bekas. Mereka mengubah sampah botol plastik menjadi kerajinan cantik. Mengusung motto “ubah sampah jadi rupiah”, keduanya sukses mengubah botol plastik menjadi kerajinan bernilai ekonomis.