Belajar ‘Sains’ Lewat Botol Bersama Yudi Febrianto

Karena cinta pada dunia sains dan anak-anak, Yudi Febrianto mendirikan Sains Academy di tahun 2010. Dari situlah ia berkreasi menciptakan beragam mainan sains hanya menggunakan bahan sederhana seperti botol plastik. Tujuannya agar anak-anak bisa mendapat pengetahuan lebih mengenai sains sejak usia dini. Pria yang akrab di sapa kak Yudi ini sebelumnya aktif berprofesi sebagai guru dan sampai sekarang ia masih mengajar home-schooling.

Reynaldo Nishfu, Si Jago ‘Juggling’ Botol dan Meracik Minuman

Reynaldo Nishfu mengenal aksi juggling botol pertama kali pada 2012 ketika ia mengenyam pendidikan di SMK Sahid. Saat lanjut kuliah di kampus pariwisata Akpindo, Reynaldo makin menekuni aksi juggling botol. Selain berprofesi sebagai bartender, kecintaannya dengan aksi juggling botol mengantarkannya ikut berbagai ajang kompetisi dan meraih kemenangan. Seperti juara 1 Bali Moon Flair and Cocktail Bangka Belitung 2019, juara 3 Alegro Bartender Challenge dan ikut serta dalam ajang Participating Bar Chef Flair and Cocktail Asia Final 2018 di Filipina.

Berkah Idul Adha Bagi Perajin Besek Bambu di Klaten

Hari Raya Idul Adha membawa berkah bagi perajin besek bambu di Desa Bero, Kecamatan Trucuk, Klaten, Jawa Tengah. Mendekati hari raya, pesanan besek meningkat hingga 2 kali lipat. Besek bambu dipilih warga, karena dinilai bisa mengurangi sampah plastik.

Oting Supriatna, Sukses Mengolah Limbah Pipa PVC Jadi Karya Bernilai Seni dan Ekonomi

Pipa bekas bisa beralih fungsi menjadi cenderamata, perabot rumah dan lain lain di tangan Oting Supriatna @othinxsharaga. Ia sukses mengolah limbah pipa PVC menjadi karya yang punya nilai seni dan ekonomi. Sejak tahun tahun 2014 Oting mendirikan sanggar kreasi bernama Sharaga art di kediamannya di kawasan Cibinong, Jawa Barat, dan melibatkan warga sekitar tempat tinggalnya untuk mengolah bekas pipa dengan cara dibakar. Bekas pipa ini kemudian bisa dikreasikan menjadi benda estetik. Selain kerap mengisi berbagai pameran, produk karya Oting telah dipasarkan ke sejumlah kota di pulau Jawa dan Sumatera hingga mancanegara seperti Ukraina dan Belgia.

Hadid Aulia, Pegiat Upcycling Kertas Koran

Berawal dari hobinya berkreasi dengan kertas ketika di bangku SMA, Hadid @hadidi_21 terinspirasi untuk upcyle kertas koran agar lebih memiliki nilai seni dan ekonomis. Berlokasi di Pamulang kota Tangerang Selatan, Hadid mulai merintis Akasia Art @akasia.art di tahun 2017 sebagai wadah pemberdayaan pada remaja lingkungan sekitarnya untuk belajar menjadi pengrajin. Kertas koran dialihfungsikan menjadi berbagai produk seperti jam, alas gelas, wadah air mineral, kotak tissue dan lain lain. Hadid juga kerap membuka workshop di beberapa instansi untuk memberi edukasi tentang upcyle .Lewat wadah yang dibentuknya ini, Hadid berharap masyarakat dapat memanfaatkannya sebagai peluang usaha.

Toto Sihono, Pegiat Upcycling Limbah Elektronik

Limbah elektronik bisa beralih fungsi menjadi pajangan artistik di tangan Toto Sihono. Bukan hanya artistik, tapi juga bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Sejak 2016 Toto Sihono mulai membuat upcyle barang–barang bekas dan mulai di tahun 2018 ia memasarkan karya-karya kerajinan tangannya. Toto juga memamerkan karya-karyanya di beberapa workshop, pameran serta bazaar. Barang-barang hasil karyanya dipasarkan melalui media sosial Instagram @artosgallery. Selain karya yang bernilai jual, pria yang berprofesi sebagai animator ini pun memiliki andil untuk mengurangi limbah yang hingga kini masih menjadi persoalan.

Mengenal Ayu Rifa, Pegiat Upcycling Limbah Fashion

Sejak menyadari bahwa industri mode menjadi penyumbang polusi terbesar kedua, Ayu Rifa termotivasi untuk berkontribusi dalam meminimalisir limbah fashion. Ia mendirikan @revup.id, yaitu wadah bagi siapa saja yang ingin mendonasikan baju bekas untuk kemudian dibuat menjadi barang baru bernilai jual, serta menjadi forum berbagi seputar produk fashion ramah lingkungan. Lulusan fakultas hukum Universitas Indonesia ini meyakini bahwa upcycle dari limbah fashion dapat memperpanjang usia kain, dan potensi polusi akibat proses produksi yang tidak ramah lingkungan dapat berkurang.

Terjun ke Shopee, Penjualan Monica Tembus 4 Negara

Usia muda bukan menjadi halangan untuk menggapai kesuksesan dalam bisnis. Monica Kumala, seorang pebisnis muda di kota Solo, Jawa Tengah, berhasil memulai bisnisnya sejak ia duduk di bangku SMA. Mulai dari bisnis kuliner, fashion, hingga skincare, pernah dijajalnya. Kini usahanya berkembang pesat, setelah memberanikan diri untuk terjun ke pasar digital, melalui salah satu marketplace terbesar di Indonesia yaitu Shopee.

Menyulap Kayu Bekas Menjadi Karya Seni dengan Teknik ‘Pyrografi’

Sahabat RTV, kemauan dan kreatvitas nyatanya mampu mengubah kayu bekas menjadi benda yang memiliki nilai. Seperti yang dilakukan Asep Setiawan, seorang perajin asal Subang, Jawa Barat. Dengan teknik ‘pyrografi’ atau melukis dengan bara api, Asep menyulap kayu limbah menjadi sebuah karya seni. Ide kerajinan ‘pyrografi’, didapat Asep dari keahliannya menggambar, yang dulu digunakannya untuk membuat tato.

Pria ini Ciptakan Alat yang Bisa Rubah Air jadi Bahan Bakar, Canggih!

Di tengah mahalnya harga BBM, pria asal Cirebon, Jawa Barat ini berhasil menciptakan alat yang dapat menyulap air menjadi bahan bakar. Alat yang dinamakan “Nikuba” itu telah diujicoba pada motor dinas milik Koramil Cirebon.

error: Content is protected !!