Lie Susanti, Koki Makanan Fermentasi

Penyintas dan pejuang autoimun Lie Susanti atau yang akrab disapa Chef Santi memilih jalan untuk mengonsumsi makanan dan minuman sehat. Karena itu pula, ia serius mendalami makanan fermentasi. Tahun 2019 Santi mengikuti workshop The Seeds of Life Academy di Bali hingga mendapatkan Raw Chef Certification. Lalu tahun 2020 ia belajar di The Raw Chef Academy UK. Berbekal itu Santi memproduksi rawvegan, yaitu makanan yang tidak dimasak atau dipanaskan lebih dari 48 derajat celcius. Rawvegan menggunakan bahan dasar alami yang belum tersentuh olahan kimia. Salah satu yang kerap dibuatnya adalah makanan dengan probiotik hidup yaitu sauerkraut atau kol fermentasi.

Aang Hudaya, Jaga Kelestarian Bumi dengan “Eco Enzyme”

Nama Aang Hudaya dikenal sebagai sosok yang punya perhatian besar pada pengelolaan sampah khususnya di kota Bogor. Ia adalah inisiator bank sampah sekaligus pimpinan cabang bank eco enzyme Bogor. Aang kerap memberi pelatihan pada masyarakat untuk membangun budaya minim sampah. Eco enzyme merupakan hasil fermentasi limbah dapur organik, ampas buah dan sayuran dicampur dengan gula merah dan didiamkan dalam air selama sekitar tiga bulan. Meski prosesnya lama, tapi manfaatnya luar biasa. Selain jadi dekomposer untuk menyuburkan tanah, eco enzyme juga bisa dimanfaatkan untuk sabun cuci piring, detergen, sampo, desinfektan, dll. Tidak hanya banyak manfaat, penggunaan eco enzyme juga membantu menjaga kelestarian bumi.

Iin Mutmainah, Manfaatkan “Kefir” untuk Kosmetik

Berawal dari bekerja sebagai asisten apoteker di klinik kecantikan, Iin Mutmainah akhirnya mengenal kefir di tahun 2015. Kefir merupakan fermentasi susu murni dan saat itu perawatan kulit alami seperti penggunaan masker kefir sedang tren. Dalam tempo 2 tahun, ia pun rajin ikut berbagai workshop tentang kefir untuk kecantikan hingga akhirnya tahun 2017 ia mulai memproduksi sendiri produk kecantikan berbahan kefir. Tak hanya masker, Iin pun membuat cream malam dan pagi, toner,serum, lulur serta sabun.

Septy Haryanny, Pembuat Minuman Fermentasi “Kombucha”

Butuh setahun bagi Septy Haryanny untuk menyadari pentingnya mengonsumsi makanan dan minuman sehat hingga akhirnya ia ini mendirikan Rumah Fermentasi di tahun 2017. Ia lantas mengembangkan fermentasi kombucha, minuman tradisional asal Asia Timur yang baik untuk kesehatan. Lewat Rumah Fermentasi, Septy membuat varian rasa kombucha seperti jahe madu, kayu manis madu, lemon, kelapa muda, leci dan sereh. Ia pun membuat produk kombucha untuk kecantikan seperti perawatan kulit. Septy juga rajin menggelar workshop mulai dari membuat kombucha hingga budi daya scoby atau symbiotic culture of bacteria and yeast.

error: Content is protected !!