Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, korban tewas dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10) akibat kekurangan oksigen karena berdesak-desakan. Ia mengklaim gas air mata yang digunakan polisi dalam Tragedi Kanjuruhan, tidak mematikan.
Tag Archives: mayor jendral
Polisi di Malang Sujud Massal, Minta Maaf ke Aremania
Anggota Polri dari Polresta Malang melakukan sujud bersama. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk permintaan maaf ke korban, keluarga dan juga Aremania terkait Tragedi Kanjuruhan, Malang, yang menewaskan 131 orang.
Pangdam Brawijaya Minta Maaf Terkait Tragedi Kanjuruhan
Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Nurchahyanto meminta maaf atas tindakan berlebihan anggotanya, yang viral di media sosial, saat terjadinya kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang. Saat ini 5 orang anggota TNI sedang menjalani pemeriksaan terkait insiden di Kanjuruhan. Mereka pun terancam sanksi berat, jika terbukti bersalah.
Oknum TNI yang Tendang Suporter Arema, Minta Maaf Ke Korban
Oknum TNI yang menendang suporter Arema FC saat terjadi kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10), meminta maaf langsung ke korban dan keluarga korban. Video permintaan maaf itu, viral di media sosial. Permintaan maaf itu juga dibenarkan oleh kuasa hukum korban, Muji Laksono. Sebelumnya Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa berjanji akan mengusut dan memproses anggotanya, yang menendang Aremania saat kerusuhan Sabtu lalu. Jenderal Andika mengungkapkan, tindakan itu tidak sesuai SOP.
Presiden Jokowi Sidak Stadion Kanjuruhan
Presiden Joko Widodo melihat langsung keadaan Stadion Kanjuruhan, Rabu (5/10). Presiden menyoroti pintu yang terkunci usai pertandingan Arema FC dan Persebaya Surabaya. Kepala Negara meminta semua pihak melakukan evaluasi, agar pertandingan sepak bola bisa dinikmati tanpa adanya konflik dan kekerasan. Kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang 1 Oktober lalu menyebabkan 131 orang meninggal dunia. Kejadian bermula ketika Aremania masuk ke dalam lapangan usia pertandingan. Penembakan gas air mata yang dilakukan aparat diduga menjadi penyebab meninggalnya ratusan orang, karena kesulitan bernapas dan berdesak-desakan.