Pedagang Daging Sapi di Bekasi Akan Mogok Jualan Selama Sepekan

Mulai hari Senin (28/2/2022) selama sepekan, para pedagang daging sapi di Jabodetabek menggelar mogok jualan. Aksi ini sebagai bentuk protes para pedagang sapi terhadap tingginya harga daging sapi yang menembus di atas Rp130.000 per kilogram.

Mencicip Kuliner Serba Tahu Langsung dari Pabriknya

Sahabat RTV, di sekitar kawasan Tangerang Selatan, ada referensi tempat makan enak dan unik nih. Rumah makan ini terkenal menyajikan aneka kuliner yang terbuat dari olahan tahu. Selain itu, kamu gak cuma mencicipi olahan tahu segar saja, tapi juga bisa mengintip proses produksi tahu langsung dari pabriknya.

Harga Daging di Pasar Induk Kramat Jati Alami Kenaikan

Setelah minyak goreng dan tahu-tempe, kini giliran harga daging sapi yang mulai merangkak naik. Seperti di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, harga daging naik 15 sampai 20 persen dari sebelumnya. Hal itu membuat omset para pedagang daging turun, akibat sepinya pembeli.

Perajin Kembali Produksi, Harga Tahu/Tempe Naik

Setelah mogok massal selama 3 hari, para perajin tahu dan tempe kembali berproduksi, Kamis (24/2/2022). Namun, para perajin menaikkan harga sekitar 10 sampai 15 persen.

Gelaran Operasi Pasar, Warga Berebut Minyak Goreng Murah

Gelaran operasi pasar minyak goreng murah di Kawasan Industri Modern Medan, Sumatera Utara, diserbu warga. Warga berebut untuk mendapat giliran pertama begitu minyak goreng datang. Pasalnya, selama minyak langka para pengusaha kecil terpaksa membeli minyak dengan harga mahal, untuk tetap dapat beroperasi.

Tahu Tempe Langka, Pedagang Merana

Mahalnya harga kedelai tak hanya menyusahkan para perajin tahu-tempe. Sejumlah warung makan pun mengeluhkan ketiadaan tahu dan tempe, yang jadi menu andalan di warung mereka. Bukan itu saja, kelangkaan tahu-tempe juga membuat omset pusat jajanan oleh-oleh, mengalami penurunan hingga 50%.

Polisi Tangkap Pelaku Pengoplos Minyak Goreng

Di tengah kelangkaan minyak goreng di pasaran, dua warga Kudus nekat mencari keuntungan dengan memalsukan minyak goreng dengan dioplos menambah cairan pewarna makanan. Harga jual minyak goreng oplosan itu, dibanderol senilai Rp 16.500 per liternya. Dalam keterangan persnya, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengungkapkan dua tersangka yang diamankan masing-masing berinisial MNK dan AA. Keduanya melakukan aksi pengoplosan minyak goreng di Desa Cendono Kecamatan Dawe Kudus. Modus yang digunakan adalah mencampur minyak goreng curah, dengan air berisi pewarna makanan berwarna kuning. Sehingga, campuran cairan itu menyerupai minyak goreng pada umumnya. Sedangkan lokasi pemasaran ada di wilayah Kudus, Pati dan Rembang. Aksi pengoplosan minyak goreng sudah dilakukan kedua tersangka sejak tiga bulan lalu. Barang bukti yang diamankan dari tangan kedua tersangka adalah satu jeriken berisi 17 liter minyak goreng asli dan 20 jeriken masing-masing berisi air pewarna makanan serta lima jeriken masing-masing berisi 25 liter air biasa. Termasuk uang tunai hasil penjualan sebesar Rp 600 ribu, dan nota penjualan. Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Lensa Indonesia RTV (@lensaindonesiartv)

Perajin Mogok Produksi, Tahu & Tempe Menghilang dari Pasaran

Aksi mogok massal para perajin tahu-tempe, membuat tahu dan tempe kini menghilang dari pasaran. Hal itu pun berimbas kepada para pedagang yang berhenti berjualan, selama aksi mogok itu berlangsung. Warga pun mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan persediaan tahu dan tempe untuk kebutuhan dapur mereka.

Hindari Penimbunan, Pedagang Bikin Syarat Khusus Beli Minyak Goreng

Minyak goreng kemasan yang kini langka, membuat para pedagang bikin syarat khusus agar tidak terjadi penimbunan. Untuk bisa membawa pulang minyak goreng murah, pembeli wajib mempunyai kartu vaksin, membawa kartu keluarga dan KTP, hingga harus membeli barang sembako lainnya.

Minyak Goreng Murah jadi Buruan, Warga Rela Antre Berdesakan Hingga Saling Dorong

Sejumlah warga rela berlarian, berebut, hingga saling dorong demi mendapatkan minyak goreng murah, di salah satu swalayan di Jember, Jawa Timur. Hal ini terjadi lantaran stok minyak yang terbatas, hingga warga pun melakukan ‘panic buying’. Selain di Jember, perburuan minyak goreng murah juga terjadi di Kuningan, Jawa Barat. Ribuan warga menyerbu operasi pasar murah yang digelar oleh Pemkab Kuningan.

error: Content is protected !!