Deny dan Reni, Kakak Beradik yang Jago ‘Beatbox’

Kakak-adik ini jago bermain musik lewat mulut alias beatbox. Mereka adalah Deny Darmawan dan Reni Febri Yanti. Keduanya melejit karena menyanyikan Yamet Kudasi, itu lho musik yang viral di berbagai media sosial. Sang kakak, Deny, lebih dulu belajar beatbox secara autodidak. Dia akhirnya berbagi keahliannya lewat laman Youtube. Karena sering melihat kakaknya, Reni akhirnya ikutin deh belajar beatbox. Perempuan kini mulai belajar serius di kelas 6 SD. Keduanya akhirnya sepakat untuk membuat konten bersama. Mulai dari tutorial beatbox, duet hingga berduel atau beatbox battle. Kini laman Youtube mereka sudah punya 2 juta lebih subscriber lho sahabat. Keren yaaa!

Aksi Sulap Suhu Imin dan Mahzura

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Begitu kira-kira ungkapan yang tepat untuk Muhammad Mahzura. Bocah ini, mengikuti jejak ayahnya, Abdul Muhaimin alias Suhu Imin, menjadi pesulap. Mahzura mulai belajar sulap sejak usia 4 tahun. Di bawah mentor langsung sang ayah, bakatnya terus diasah. Salah satu hasilnya, Mahzura bisa juara 2 di Thailand Magic Extravaganza tahun 2018. Keren ya, sahabat! Beda dari anaknya, Suhu Imin baru mengenal sulap saat berusia 8 tahun. Ia belajar sulap secara autodidak. Tapi karena serius dan tekadnya, dia membuka sekolah sulap di tahun 2007.

Menari Bersama Ika Tjeong dan Joyce Clarissa

Kompak saat menari? Ini dia ibu dan sang buah hatinya, Ika Tjeong dan Joyce Clarissa. Bagi Ika, menari sudah seperti menjadi bagian hidupnya. Ia jatuh hati pada menari sejak usia 6 tahun. Awalnya balet, sekarang juga menari modern dance dan tarian chinese oriental. Sementara Joyce mulai menari saat berusia 5 tahun. Dia lebih suka menari kekinian, yaitu hiphop dan k-pop.

Winson Family, Sekeluarga Kompak Mendongeng

Satu keluarga mendongeng? Ini dia, Winson Family. Terdiri dari sang ayah, Sony Kusbiono atau yang biasa dikenal Kakek Uban, sang istri Wiwin Indrati alias Miss Wiwin, dan si anak Kanaka dan Anabel La Winson. Sony dan Wiwin sudah lebih dari 15 tahun berkiprah sebagai pendongeng. Karena sering melihat kedua orang tuanya di atas panggung, jadi deh Kanaka dan Anabel tertarik juga mendongeng. Bahkan Anabel pernah dipercaya Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menyuluh bahaya narkotika lewat dongeng pada 2014. Sementara kakaknya, Kanaka, lebih tertarik pada musik. Jadi deh dia pelengkap saat anggota keluarga lain lagi pentas.

Kak Iman, Si Seniman Bayangan Tangan

Siapa yang kalau mati listrik sering main bayangan dari jari dan tangan? Bayangan tangan ternyata bisa dijadikan media bercerita lho, seperti yang dilakukan Pujiman alias Kak Iman. Ada bayangan burung, kelinci, gajah dan lainnya. Total ada 40 karakter bayangan yang bisa dilakukan Kak Iman. Kerenn yaaa! Kak Iman belajar bayangan tangan secara autodidak lho, sahabat. Mulanya dia mencari sesuatu yang unik untuk bercerita. Jadi deh Kak Iman memilih bayangan tangan.

Steven Halim, Menggemari Tarian ‘Tutting’

Menari hanya fokus dengan pada gerakan jari-jemari? Ini namanya tutting dance, dan Steven Halim adalah salah satu penarinya. Steven juga memadukan tarian itu dengan ekspresi wajah atau face tutting, gerakan kaki atau foot tutting, dan street dance. Hebatnya lagi, ia mempelajari semuanya secara autodidak. Awalnya Steven menyukai dunia boyband sejak tahun 2013. Tapi akhirnya dia memilih sebagai penari profesional dan mengajar di beberapa tempat.

Erwin Pop, Berprestasi Lewat ‘Fingerboard’

Skateboard menggunakan jari? Emang bisa? Bisa dong! Namanya fingerboard. Atraksinya juga menggunakan lintasan dengan berbagai obstacle atau rintangan. Dan Ade Erwin atau biasa dikenal Erwin Pop adalah salah satu ahlinya nih, sahabat. Awalnya Ade memang menyukai skateboard sejak tahun 2008. Namun di tahun 2010, pria kelahiran Jakarta tahun 1985 ini kepincut pada fingerboard. Dia lantas aktif menjadi pengurus komunitas papan jari dan juga memproduksi fingerboard.

Pertunjukan Boneka Jari Oleh Kak Ojan

Bercerita menggunakan boneka jari dan tangan adalah keahlian Ahmad Fauzan atau yang biasa disapa Kak Ojan. Pria kelahiran 1988 ini memilih boneka jari dan tangan karena mudah digunakan. Petualangan Kak Ojan bersama boneka-bonekanya dimulai pada tahun 2012. Waktu itu ia mendongeng untuk psychological first aid bagi anak-anak yang tertimpa musibah bencana. Wah.. keren ya sahabat! Gak heran Kak Ojan menjadi ketua GEPPUK atau Gerakan Para Pendongeng Untuk Kemanusiaan selama tahun 2015–2017.

error: Content is protected !!