Limbah elektronik bisa beralih fungsi menjadi pajangan artistik di tangan Toto Sihono. Bukan hanya artistik, tapi juga bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Sejak 2016 Toto Sihono mulai membuat upcyle barang–barang bekas dan mulai di tahun 2018 ia memasarkan karya-karya kerajinan tangannya. Toto juga memamerkan karya-karyanya di beberapa workshop, pameran serta bazaar. Barang-barang hasil karyanya dipasarkan melalui media sosial Instagram @artosgallery. Selain karya yang bernilai jual, pria yang berprofesi sebagai animator ini pun memiliki andil untuk mengurangi limbah yang hingga kini masih menjadi persoalan.
Tag Archives: penari
Mengenal Ayu Rifa, Pegiat Upcycling Limbah Fashion
Sejak menyadari bahwa industri mode menjadi penyumbang polusi terbesar kedua, Ayu Rifa termotivasi untuk berkontribusi dalam meminimalisir limbah fashion. Ia mendirikan @revup.id, yaitu wadah bagi siapa saja yang ingin mendonasikan baju bekas untuk kemudian dibuat menjadi barang baru bernilai jual, serta menjadi forum berbagi seputar produk fashion ramah lingkungan. Lulusan fakultas hukum Universitas Indonesia ini meyakini bahwa upcycle dari limbah fashion dapat memperpanjang usia kain, dan potensi polusi akibat proses produksi yang tidak ramah lingkungan dapat berkurang.
Meiliana Betand, Viral Karena Aksi Spontan Menggambar
Karena membuat gambar dari coret-coretan orang yang ditemuinya secara spontan, nama Meiliana Betand sempat viral di media sosial. Gambarnya mulai dari pegawai swalayan, pelayan toko, hingga orang tua. Sontak pengikut Instagram-nya meningkat drastis jadi 43 ribu, dan salah satu video gambarnya mendapatkan 1 juta penonton. Awalnya Meiliana meminta orang-orang yang ditemuinya secara spontan mencoret bebas di kertas. Ia lantas melanjutkan coretan acak itu hingga menjadi gambar utuh. Selain gambar spontan, ternyata Meiliana pun punya aksi menarik lainnya lho. Ia juga bisa menggambar dari tumpahan kopi dan krim kue.
Improvisasi Keren “Street Dance” Steven Russel dan Joshua Patty
Dunia tari adalah pilihan hidup Steven Russel dan Joshua Patty. Duo penari ini jatuh cinta pada street dance yaitu seni tari modern yang punya ragam improvisasi dan kebebasan ekspresi. Lewat penguasaan berbagai gaya street dance, mereka akhirnya kerap menjuarai berbagai kompetisi. Joshua Patty menjadi juara 1 kompetisi Street Dance Pacific Place Peace 2008, juara 1 Battle Dance Crew Ex 2011, juara 2 Kratingdaeng Power Dance Nasional 2012 dan juara 1 Battle Crew Epicentrum 2013. Sementara Steven meraih best Perform Battle of the year 2015, Champion Catdabeat Funkstyle 2017, serta Top 24 Samurai Battle Japan 2021.
Spontanitas “Stand Up Comedy” ala Darwin Moa
Menanggalkan profesi sebagai pengendara ojek online tahun 2017, Darwin Moa terjun ke dunia komika. Bekal kisah getir hidup kerap ia jadikan sebagai bahan cerita. Dan sejak menjadi komika, pria kelahiran Jakarta tahun 1974 ini tergabung dalam komunitas stand up comedy Jakarta Pusat. Darwin Moa kerap memenangkan kejuaraan stand up comedy. Sebut saja juara 1 kompetisi stand up Uus Cup Jabodetabek tahun 2019 dan juara Ultimate Funniest Comika tahun 2020.
Ego Firnando, Berkarya dan Berprestasi Lewat “Beatbox”
Sosok Ego Firnando merupakan beatboxer Indonesia pertama yang masuk Swiss Beatbox di tahun 2015, lalu tahun 2016 Ego mewakili Indonesia dalam Beatbox Battle Royale di Singapura. Meski hanya menjadi runner-up, pencapaiannya cukup membanggakan karena mampu menyingkirkan 30-an beatboxer Asia dan Eropa. Di tahun 2016 pula ia masuk 16 besar Asia Beatbox Championship di Taiwan, dan tahun 2018 Ego mewakili Indonesia di ajang 5th World Beatbox Championship di Jerman. Edo memang sudah mengasah kemampuan beatbox-nya sejak duduk di bangku SMP. Lenting dari rongga mulutnya mampu menghasilkan bunyi-bunyi ritmis, ketukan drum dan instrumen musik. Tak terkecuali suara tiruan dari bunyi-bunyian lainnya, khususnya suara turntable, hingga akhirnya ia membuat komunitas Nusantara One Beatbox Community.
Mendikbud Puji Guru Tari di Surabaya
Abing Santoso, guru seni tari di SMKN 12 Surabaya, viral di media sosial. Videonya bahkan sudah ditonton oleh Mendikbudristek RI Nadiem Makarim dan mendapat apresiasi. Nadiem juga ikut membagikan video Abing dan murid-muridnya itu di akun Instagram miliknya. Tidak hanya Nadiem, Abing juga dipuji oleh musisi Addie MS. Apresiasi Nadiem Makarim langsung direspon Abing Santoso, “Matursembahnuwun Bapak Menteri sudah mengapresiasi, tidak menyangka sampai di hadapan Bapak. Salam hangat sehat selalu.Rahayu. Semoga bermanfaat, amin.”
Dwi Putri Utami, Menyampaikan Cerita Rakyat Lewat Tarian
Terlahir dari keluarga penari membuat Dwi Putri Utami mahir menarikan berbagai tarian daerah. Mulai dari Tari Piring, Tari Ratoeh Jaroe, Tari Rama Shinta, dan masih banyak lagi. Saking cintanya dengan tarian tradisional, ia pun mendirikan Sanggar Tari Panca Laras. Ia juga mengajar menari di Lapas Cipinang lho. Keren kan!
Ria Ulfa, Rancang Busana yang Terinspirasi dari Cerita Rakyat
Terinspirasi cerita rakyat yang sering ia bacakan ke buah hatinya, Ria Ulfa meluncurkan beragam produk fashion bertema cerita rakyat. Contohnya ada outer, scarf dan masker dengan desain Dayang Sumbi, Arjuna, Srikandi, Keong Mas, dll. Ia juga memberikan sentuhan kekinian dengan desain grafis bentuk geometris. Harapannya, siapa pun yang memakainya bisa mengingat cerita rakyat dan budaya Tanah Air. Keren ya!
Kanya dan Zack, Menghibur Anak-Anak Lewat Cerita Rakyat
Menghibur anak-anak lewat dongeng menjadi pilihan pasangan suami-istri Achmad Zakaria dan Kanya Cittasara sejak tahun 2018. Mereka rajin menyampaikan cerita rakyat nusantara ala dongeng musikal ke berbagai pelosok. Mulai dari ujung Sumatra hingga tanah Papua. Dari festival internasional, hingga ke tempat pengungsian. Hebat ya!