Lewati 60 KM, Rombongan Biksu Tiba Di Borobudur

Rombongan biksu yang melakukan ritual thudong atau proses spiritual para biksu dalam memaknai setiap langkah dalam kehidupan dengan melewati jalan Semarang-Magelang sepanjang 60 kilometer, tiba di Candi Borobudur, Magelang, Senin (20/5). Perjalanan sepanjang 60 kilometer ini menghabiskan waktu selama 5 hari. Setiap jarak 5-7 km, para biksu menyempatkan waktu untuk istirahat. Tak hanya dari Indonesia, para biksu berasal dari Singapura, Thailand dan Malaysia. Saat tiba di Magelang, biksu asal Korea Selatan juga ikut bergabung dalam perjalanan. #ritualthudong #biksujalankaki #semarangjogja #rombonganbiksu #candiborobudur #hariwaisak Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Lensa Indonesia RTV (@lensaindonesiartv)

Arak-Arakan Gunungan Warnai Perayaan Waisak di Candi Sewu

Ribuan umat Budha mengikuti perayaan hari raya Waisak di kawasan Candi Sewu, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Minggu (4/6). Arak-arakan gunungan hasil bumi, mewarnai perayaan Waisak kali ini. Menurut panitia Waisak Candi Sewu, Daddy Pasamsa, prosesi perayaan Waisak ini adalah cara untuk memberikan penghormatan bagi para Budha atau makhluk suci.

Rombongan Biksu Thailand Tiba di Tegal

Rombongan biksu yang berjalan kaki dari Thailand kini telah sampai di Tegal, Jawa Tengah. Warga pun menyambut meriah mereka dengan atraksi barongsai. Selanjutnya, para biksu akan kembali berjalan kaki menuju Candi Borobudur.

Puluhan Biksu Jalan Kaki dari Thailand ke Candi Borobudur

Sebanyak 32 biksu dari Thailand, berjalan kaki menempuh ribuan kilometer menuju Candi Borobudur, untuk merayakan Hari Raya Waisak. Dalam ritual bernama ‘Thudong’ itu, para biksu mendapat sambutan meriah dari warga, saat melintasi kota-kota di Indonesia.

Heboh Pengobatan Ida Dayak, Kemenkes Beri Tanggapan

Kementerian Kesehatan angkat bicara soal pengobatan alternatif Ida Dayak, yang tengah menjadi fenomena. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, Nadia Tarmizi, menyatakan, pengobatan melalui layanan tradisional memang diakui pemerintah, Namun harus tetap diawasi agar masyarakat tidak dirugikan. Selain itu, meski pengobatan tradisional termasuk warisan budaya Indonesia, tetapi tetap harus didukung penelitian empiris, dan berdasarkan kajian ilmiah.

Fenomena Pengobatan Ida Dayak Diserbu Warga

Sosok Ida Dayak yang diklaim bisa mengobati segala macam penyakit tengah ramai jadi perbincangan. Serupa dengan fenomena Ponari si dukun cilik asal Jombang, pengobatan alternatif Ida Dayak di Cilodong, Depok, diserbu pasien. Saking ramainya, jalanan pun dibuat macet, bahkan hingga terjadi kericuhan.

“Desa Penari” di Desa Bayu Banyuwangi

Desa Bayu di Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, disebut-sebut memiliki kemiripan dengan lokasi latar belakang cerita film “KKN di Desa Penari”. Menurut warganet, ada beberapa titik di desa ini sangat mirip dengan tempat-tempat yang diceritakan dalam film. Kepala Desa pun membenarkan, bahwa pada tahun 2009 silam, ada beberapa mahasiswa yang melakukan Kuliah kerja Nyata (KKN) di desa Bayu.

Prosesi Kirab Waisak di Candi Borobudur

Umat Budha di Magelang, Jawa Tengah, melakukan kirab Waisak dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur, pada Senin pagi (16/5/2022). Sejumlah sesaji, air suci, api dharma, dan hasil bumi lainnya, diarak sejauh 3 kilometer. Kirab Waisak ini pun menarik perhatian warga dan wisatawan asing yang datang.

23 Warga Jember Terseret Ombak Saat Giat di Pantai Payangan, 11 Diantaranya Tewas

23 warga Jember terseret ombak saat melakukan kegiatan di Pantai Payangan, Ambulu, Jember, Jawa Timur. Dari 23 warga tersebut, 11 orang diantaranya dinyatakan meninggal dunia.

Kriminolog: Kasus Orang Tua Jadikan Anak Korban Pesugihan, Masuk Kategori Kriminal Budaya

Kasus ritual sesat pesugihan, yang terjadi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, membuat geger warga. Bocah yang berusia 6 tahun, menjadi tumbal dengan cara dicongkel matanya. Mirisnya, aksi keji tersebut dilakukan oleh kedua orang tuanya, beserta kakek dan pamannya. Menurut kriminolog, Lucky Nurhadiyanto, kasus ini masuk kedalam kategori kejahatan budaya. Kejahatan jenis ini disebabkan oleh nilai-nilai norma yang buruk, serta bergesernya rasionalitas dari para pelaku.

error: Content is protected !!