Menhaj Evaluasi Layanan Kesehatan Jemaah Haji Indonesia

MADINAH, Lensa Indonesia RTV – Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, melakukan kunjungan ke Saudi German Hospital di Madinah untuk meninjau pelayanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia yang sedang menjalani perawatan. Dalam kunjungan ini, Menteri yang biasa disapa Gus Irfan, mengevaluasi pelaksanaan kerja sama layanan kesehatan antara penyelenggara haji Indonesia dan rumah sakit di Arab Saudi yang berjalan selama musim haji tahun ini. Gus Irfan mengakui, kerja sama dengan layanan kesehatan ini memberikan manfaat besar dalam mendukung penanganan jemaah yang membutuhkan perawatan medis. Namun, karena baru pertama kali diterapkan, masih terdapat sejumlah catatan yang perlu menjadi bahan evaluasi. “Beberapa hal yang menjadi perhatian adalah komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanaan kerja sama ini. Karena baru pertama kali dilakukan, tentu ada sejumlah aspek yang perlu diperbaiki, termasuk terkait proses rujukan pasien dan kepastian waktu pemulangan mereka,” ujar Menhaj Gus Irfan menambahkan, ke depannya, kerja sama dengan rumah sakit di Arab Saudi perlu terus diperkuat agar dapat memberikan layanan yang lebih luas dan lebih baik bagi jemaah haji Indonesia. Dalam kesempatan itu, Menhaj juga menyoroti penanganan jemaah yang masih menjalani perawatan menjelang fase pemulangan. Menurutnya, tidak semua jemaah yang sakit harus dipindahkan dari Makkah ke Madinah. Pihaknya telah membahas berbagai opsi penanganan dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien. Jika jemaah dipindahkan ke Madinah tetapi tetap harus menjalani perawatan di rumah sakit, maka manfaat perpindahan tersebut perlu dipertimbangkan secara matang. “Kami membahas apakah jemaah yang sedang dirawat perlu dipindahkan ke Madinah atau tidak. Jika di Madinah mereka tetap berada di rumah sakit dan tidak dapat menjalankan aktivitas ibadah, maka yang lebih penting adalah memastikan proses perawatan dan pemulihan berjalan dengan baik,” jelasnya. Menurut Menhaj, keputusan terkait pemindahan maupun pemulangan jemaah akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Jemaah yang kondisinya memungkinkan dapat dipindahkan ke Madinah, sementara mereka yang masih membutuhkan perawatan intensif akan tetap dirawat hingga kondisi kesehatannya membaik. Menhaj menambahkan bahwa pelayanan kepada jemaah tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan fisik, tetapi juga memperhatikan kebutuhan psikologis dan spiritual mereka selama berada di Tanah Suci. Karena itu, setiap keputusan yang diambil harus mampu memberikan manfaat terbaik bagi jemaah secara menyeluruh. MCH 2026, Dian Palupi, RTV

Kemenhaj Imbau Pemda Tak Gelar Seremoni

ARAB SAUDI, Lensa Indonesia RTV – Kementerian Haji dan Umrah mengimbau pemerintah daerah (Pemda) untuk tidak menggelar terlalu banyak acara seremonial saat penyambutan jemaah haji yang baru tiba dari Tanah Suci. Imbauan ini disampaikan agar para jemaah dapat segera kembali ke rumah, bertemu keluarga, dan beristirahat setelah perjalanan panjang ibadah haji. “Mohon dipahami oleh para pejabat di daerah agar tidak terlalu banyak acara-acara seremonial karena jamaah haji kita itu sudah cukup letih, sudah cukup capek agar kemudian bisa dipercepat untuk kembali ke kediamannya masing-masing,” ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak Dahnil menambahkan, Kemenhaj telah bekerja sama dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di sejumlah bandara. Dengan sistem tersebut, proses pemeriksaan dokumen tidak lagi dilakukan secara manual karena telah menggunakan teknologi face recognition di gerbang kedatangan. “Jadi di gate itu langsung dikenali wajahnya, tidak ada pemeriksaan-pemeriksaan lagi, langsung menuju bis dan bisa langsung kembali ke demarkasi di asrama haji, kemudian kembali ke rumahnya masing-masing,” ucap politisi Partai Gerindra itu. Dahnil juga meminta kepala daerah memahami kondisi jemaah yang umumnya dalam keadaan lelah setelah perjalanan panjang dari Arab Saudi ke Indonesia. Kemenhaj juga menginstruksikan kepala kantor wilayah (kanwil) Kemenhaj di seluruh provinsi agar tidak menggelar penyambutan dengan pidato-pidato panjang. Namun Dahnil tetap mengapresiasi pemerintah daerah atas dukungan dan fasilitasi yang diberikan dalam penyelenggaraan haji, baik saat keberangkatan maupun kepulangan jemaah. MCH 2026. Dian Palupi. RTV

Kemenhaj Dorong Komoditas Pangan RI Masuk Rantai Pasok Katering Haji

MADINAH, Lensa Indonesia RTV – Menteri Haji dan Umrah RI Mochammad Irfan Yusuf mendorong perluasan ekspor komoditas pangan nasional ke Arab Saudi, khususnya untuk mendukung kebutuhan katering jemaah haji. Pria yang disapa Gus Irfan ini mengungakapkan hal ini saat melakukan peninjauan ke dua penyedia layanan konsumsi jemaah haji Indonesia di Madinah, yakni Meez Mary Catering dan Uhud Taiba for Catering. Dalam kunjungan itu, pemerintah tidak hanya memastikan kualitas layanan konsumsi bagi jemaah haji, tetapi juga melihat potensi pemanfaatan komoditas pangan asal Indonesia dalam rantai pasok katering di Tanah Suci. Sejumlah komoditas seperti beras, kerupuk, santan, ikan patin, hingga bumbu masakan dinilai memiliki peluang besar untuk masuk pasar katering haji Arab Saudi. “Kita melihat ada banyak komoditas yang sebenarnya kita miliki. Seperti beras, kerupuk, santan, ikan patin, dan bumbu masakan yang selama ini menjadi bagian dari konsumsi jemaah,” ujar Gus Irfan Dalam kunjungannya, Gus Irfan menyoroti sebagian produk yang digunakan di dapur katering sebenarnya berasal dari Indonesia, namun belum sepenuhnya tercatat sebagai produk nasional karena masuk melalui negara lain. Menurutnya, produk seperti santan dan ikan patin yang digunakan saat ini diduga berasal dari Indonesia, tetapi dipasarkan dengan merek negara lain atau dipasok melalui jalur distribusi berbeda. Selain peluang, Menhaj juga mengakui adanya tantangan besar dalam pengembangan ekspor komoditas pangan ke Arab Saudi, terutama terkait biaya logistik dan kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Pemerintah sebelumnya telah mencoba mengirim sejumlah komoditas seperti beras dan bumbu masakan untuk kebutuhan katering haji. Namun, pengiriman tersebut belum berjalan optimal akibat tingginya biaya transportasi dan situasi kawasan yang belum stabil. Meski demikian, ia menilai potensi pasar katering haji dan umrah sangat besar karena melibatkan jutaan jemaah setiap tahun, sehingga dapat menjadi peluang strategis bagi produk pangan Indonesia. “Peluangnya sangat bagus. Kita punya semua komoditas itu. Tinggal bagaimana menyesuaikan standar dan aturan agar bisa masuk ke pasar Arab Saudi,” katanya. Menhaj berharap stabilitas kawasan dan perbaikan rantai logistik global dapat membuka jalan lebih luas bagi masuknya komoditas pangan Indonesia ke Arab Saudi, sekaligus memperkuat peran pelaku usaha nasional dalam ekosistem penyelenggaraan haji dan umrah. MCH 2026, Dian Palupi, RTV

Dahnil: Jangan Anggap Remeh Fase Pemulangan Jemaah Haji

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Proses pemulangan jemaah haji Indonesia, sudah dimulai sejak 1 Juni kemarin. Walaupun sudah mulai proses pemulangan, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak tetap meminta seluruh petugas haji memberikan pelayanan maksimal hingga seluruh jemaah kembali ke Indonesia dengan selamat. Dahnil menambahkan, fase pemulangan merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan ibadah haji yang memerlukan perhatian dan pengawasan ketat dari seluruh petugas. “Alhamdulillah, sebagian jemaah kloter pertama sudah mulai tiba di Tanah Air dengan lancar. Hari  ini juga ada sekitar 17 kloter yang dijadwalkan pulang secara bertahap. Mudah-mudahan seluruh proses berjalan baik hingga akhir masa operasional haji,” kata Dahnil. Dahnil mengingatkan, para petugas agar tidak mengendurkan pelayanan meskipun rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) telah selesai. Menurutnya, banyak pihak sering menganggap tugas petugas telah berakhir setelah puncak haji. Padahal, proses pemulangan justru menjadi salah satu fase yang sangat menentukan kenyamanan dan keselamatan jemaah. “Saya selalu mengingatkan petugas jangan kendor. Biasanya setelah Armuzna muncul anggapan tugas sudah hampir selesai. Padahal masa pemulangan juga sangat krusial karena jemaah masih membutuhkan pelayanan terbaik hingga tiba di rumah masing-masing,” ujarnya. Selain memastikan kelancaran transportasi dan keberangkatan jemaah, petugas juga diminta terus mengawasi layanan konsumsi dan akomodasi bagi jemaah yang masih berada di Tanah Suci menunggu jadwal kepulangan. Dalam kesempatan tersebut, Dahnil juga mengimbau jemaah untuk mematuhi ketentuan maskapai terkait barang bawaan. Pemerintah berharap seluruh proses pemulangan jemaah haji Indonesia tahun ini dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga kloter terakhir kembali ke Tanah Air. MCH 2026, Dian Palupi, RTV

Dam Jemaah Indonesia Nyaris 150 Ribu, Kemenhaj Apresiasi Tata Kelola Adahi

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Pada musim haji tahun 2026 ini, pelaksanaan dam (hadyu) jemaah haji Insonesia, mencatat capaian yang menggembirakan. Hampir 150 ribu jemaah haji asal Indonesia, menyalurkan damnya, melalui program resmi Adahi yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi. Selain menjamin pengelolaan yang aman dan akuntabel, daging hasil penyembelihan hewan dam tahun ini juga diprioritaskan untuk membantu warga Palestina. Koordinator Bidang Bimbingan Ibadah dan Dam PPIH Arab Saudi,  M. Afief Mundzir, mengatakan proses penyembelihan hewan dam pada Hari Tarwiyah berlangsung lancar dan menjadi bukti bahwa pengelolaan layanan haji yang kini berada di bawah Kementerian Haji dan Umrah mampu memberikan kemudahan bagi jemaah Indonesia. “Alhamdulillah, tahun ini jemaah haji kita bisa menyalurkan dam melalui saluran resmi yang ditetapkan otoritas Kerajaan Arab Saudi. Jumlahnya sangat besar dan ini menjadi pembuktian bahwa layanan haji dapat dikelola dengan baik, aman, nyaman, dan akuntabel,” ujar Afief. Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah jemaah Indonesia yang menunaikan dam melalui Adahi mencapai sekitar 150 ribu orang. Angka tersebut dinilai sangat signifikan dan menunjukkan tingginya kepercayaan jemaah terhadap mekanisme resmi yang disediakan pemerintah Saudi. Direktur Bina Jemaah Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah ini menegaskan, penggunaan jalur resmi memberikan kepastian bahwa proses penyembelihan dilakukan sesuai ketentuan syariat, sekaligus memastikan distribusi daging berlangsung secara terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, Afief mengungkapkan bahwa daging hasil penyembelihan hewan dam dari jemaah Indonesia akan diprioritaskan untuk masyarakat Palestina. Kebijakan tersebut merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan sekaligus tindak lanjut arahan Menteri Haji dan Umrah serta Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia. Dengan jumlah partisipasi yang hampir mencapai 150 ribu jemaah, Indonesia kembali menjadi salah satu kontributor terbesar dalam program dam resmi Adahi pada musim haji tahun ini. MCH 2026, Dian Palupi, RTV.

Wamenhaj: Petugas Jangan Kendor Kawal Jemaah, Walau Armuzna Telah Selesai

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Petugas haji diminta tetap waspada, walaipun masa puncak haji telah selesai. Wakil Menteri Haji dan Umrah sekaligus Naib Amirul Hajj Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, menginstruksikan seluruh jajaran Petugas Penyelenggara Ibadah Haji atau PPIH Arab Saudi 2026, untuk tidak mengendurkan pengawasan dan perlindungan kepada jemaah haji Indonesia pasca-selesainya fase krusial di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Langkah ini ditempuh, guna mencegah potensi lonjakan angka fatalitas medis akibat akumulasi kelelahan fisik jemaah yang sangat tinggi. Seluruh lini pelayanan, baik di hotel pemondokan, konsumsi kemaah hingga layanan kesehatan bagi jemaah harus diperhatikan dengan baik. Evaluasi berkala menunjukkan bahwa periode transisi setelah kembali dari Mina merupakan titik rawan di mana daya tahan tubuh jemaah, khususnya kelompok lansia, mengalami penurunan drastis. Dahnil melempar peringatan keras bahwa berakhirnya fase ritual Armuzna bukan berarti tugas kedinasan operasional haji melonggar. Sebaliknya, tensi kesiapsiagaan tim medis dan petugas sektor justru wajib dinaikkan ke level tertinggi untuk mendeteksi gangguan kesehatan jemaah secara dini. “Mohon tidak kendor dalam mengawal dan menjaga jemaah haji kita. Puncak Armuzna memang sudah selesai,” tegas Dahnil. Naib Amirulhaj membeberkan indikasi empiris di mana grafik angka kematian jemaah haji reguler secara historis rentan merangkak naik secara signifikan justru pada pekan pertama pasca-Armuzna. Dahnil menuntut tim medis untuk tetap waspada dan konsisten menyisir kamar-kamar jemaah, guna melancarkan pengawasan klinis yang ketat. Seluruh pimpinan kloter, pimpinan sektor, hingga jajaran pejabat teras Kemenhaj diperintahkan turun langsung ke lapangan untuk memastikan kehadiran negara di tengah jemaah. Memasuki fase pra-pemulangan ke tanah air, Kemenhaj RI mengunci pola penanganan keluhan jemaah dengan parameter performa kerja yang kaku. Dahnil juga menegaskan, apabila terjadi kekurangan dan kekhilafan di pihak internal, maka petugas harus segera menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan tulus kepada jemaah. Sikap responsif dan transparan ini dinilai esensial guna menjaga kredibilitas, muruah, serta integritas penyelenggaraan ibadah haji. MCH 2026, Dian Palupi, RTV.

Menhaj Lepas Kepulangan Pertama Jemaah Haji RI ke Indonesia

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), yang juga Amirul Hajj, Mochamad Irfan Yusuf melepas kepulangan kloter pertama jemaah haji ke Indonesia. Pelepasan dilakukan di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Minggu malam, 31 Mei 2026. Adapun gelombang pertama, yang dilepas oleh Gus Irfan adalah jemaah asal Surabaya, kelompok terbang 1, atau SUB 01. “Setelah perjalanan 40 hari dengan berbagai dinamikanya, Alhamdulillah malam ini ibu-bapak sekalian sudah bersiap kembali ke tanah air. Kami dari Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyampaikan doa dan harapan supaya bapak ibu sekalian bisa selamat perjalanannya sampai ke tanah air,” kata Gus Irfan. Dalam pesannya, ia juga berharap jemaah Indonesia menjadi haji yang mabrur. Selain itu, ia meminta maaf kepada jemaah apabila ada layanan yang kurang memuaskan. “Atas nama keluarga besar Kemenhaj kami memohon maaf sekali apabila dalam proses layanan kami ada beberapa kendala-kendala beberapa kekurangan-kekurangan yang itu semua adalah di luar kemampuan kami, kami sudah berusaha yang terbaik,” ucapnya. Gus Irfan kemudian menyalami beberapa jemaah, dan secara simbolik mengalungkan syal kepada perwakilan jemaah yang akan pulang ke tanah air. MCH 2026, Dian Palupi, RTV.

458 Bus Shalawat Kembali Siap Antar Jemaah ke Masjidil Haram

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Mulai Minggu, pukul 13.00 WAS, layanan bus shalat lima waktu atau Bus Shalawat kembali beroperasi penuh. Bus digunakan untuk mengantar jemaah haji Indonesia dari hotel menuju Masjidilharam ini, mulai beroperasi 24 jam dan gratis. Kepala Bidang Layanan Transportasi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Syarif Rahman, menjelaskan bahwa bus shalawat beroperasi penuh pada pada Minggu, 31 Mei 2026 mulai pukul 13.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Awalnya bus shalawat dijadwalkan beroperasi sejak pukul 01.00 WAS, tetapi pemerintah otoritas Arab Saudi mengubah jadwal tersebut menjadi pukul 13.00 WAS. Syarif meyakini bahwa perubahan jadwal itu sejalan dengan masa puncak haji, ketika banyak jemaah yang selesai Nafar Tsani sehingga mereka baru kembali dari Mina ke hotel. “Kami berkesimpulan bahwa hal itu [perubahan jadwal bus shalawat] linear sekali dengan masa puncak haji, di mana banyak jemaah haji sedunia ini siangnya baru selesai Nafar Tsani, sehingga waktu itu [ketika bus shalawat tidak beroperasi] digunakan untuk istirahat. Sehingga menurut kami itu asih sangat relevan jika ditunda 12 jam, sehingga jemaah bisa istirahat,” ujar Syarif dalam wawancara dengan tim Media Center Haji (MCH). Syarif menambahkan, bus shalawat beroperasi penuh sebelum masa puncak haji. Terdapat 458 unit bus yang beroperasi di 23 rute dan berjalan 24 jam. “Jemaah yang akan pulang ke Tanah Air maupun yang akan ke Madinah mulai hari ini sudah bisa menggunakan bus shalawat selama 24 jam. Baik mereka yang akan melaksanakan tawaf ifadah, maupun ibadah lainnya di Masjidilharam setiap harinya,” ujar Syarif. Jemaah haji dapat menaiki bus shalawat di halte terdekat dari hotel. Jemaah dapat menggunakan tiga terminal di sekitaran Masjidilharam, yakni terminal Syib Amir, terminal Ajyad, dan terminal Jabal Ka’bah. MCH 2026, Dian Palupi, RTV.

Ribuan Jemaah Padati Masjidil Haram untuk Tawaf Ifadah

Masjidil Haram dipenuhi ribuan jemaah haji dari berbagai penjuru dunia yang datang untuk menunaikan tawaf ifadah. Ibadah ini menjadi salah satu rukun haji sekaligus bagian penting dalam rangkaian akhir pelaksanaan ibadah haji setelah menjalani wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan lempar jumrah di Mina. #jemaahhaji #infohaji #hajiindonesia #haji2026

Jangan Masukkan Air Zamzam ke dalam Koper

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Tak terasa fase kepulangan gelombang pertama, jemaah haji Indonesia sudah di depan mata. Sebanyak 17 kelompok terbang (Kloter) akan kembali ke tanah air, mulai Minggu 31 Mein2026. Ke-17 kloter dari berbagai embarkasi ini, akan diterbangkan ke tanahnair, melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah. Direncanakan sebanyak 7 kloter akan tiba di Indonesia pada Senin 1 Juni 2026. Terkait kepulangan jamaah haji ke Tanah Air, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI telah membuat beberapa ketentuan mengenai barang bawaan, seperti dalam unggahan di Instagram @kemenhaj.ri pada Sabtu 30 Mei 2026. Dua maskapai yang mengangkut jamaah haji, yaitu Garuda Indonesia dan Saudia Airlines, hanya akan mengangkut barang bawaan sesuai ketentuan. Yaitu, tas paspor, koper kabin, dan koper bagasi sesuai standar yang diberikan dan berlogo maskapai penerbangan yang dipergunakan jamaah. Kapasitas bobot maksimal koper kabin seberat 7 kilogram dan koper bagasi 32 kilogram. Selain itu, Kemenhaj RI menegaskan bahwa jamaah haji tidak boleh memasukkan air zamzam ke koper. “Jamaah haji akan mendapat 5 liter air zamzam yang akan dibagikan saat tiba di Asrama Haji Debarkasi,” tulis unggahan Kemenhaj RI. Ketentuan ini juga merujuk pada larangan yang dikeluarkan oleh GACA atau General Authority of Civil Aviation atau otoritas penerbangan sipil Arab Saudi. Disebutkan pula bahwa pemeriksaan koper bagasi akan menggunakan X-ray Multiview yang dapat mendeteksi berang-barang yang dilarang, termasuk air zamzam. Apalagi ditemukan barang yang dilarang dalam koper, maka barang itu akan dikeluarkan dari koper. Selain itu, Kemenhaj RI juga mengingatkan tentang sejumlah barang yang dilarang untuk dibawa ke dalam bagasi maupun kabin. Antara lain, barang yang mudah terbakar atau meledak, senjata api atau senjata tajam, gas, aerosol, dan cairan melebihi 100 ml, serta uang tunai lebih Rp100 juta atau SAR25.000. MCH 2026, Dian Palupi, RTV.

error: Content is protected !!