12 tahun adil ga sih? Kenapa yang itu malah cuma 8 tahun? Why??? #ferdysambo #brigadirJ #bharadaE #eliezer #putrichandrawati #sidang #pengadilan #pembunuhan #yosua #polisi #lensaindonesia #ceritalensa #rtv
Tag Archives: agus nurpatria
Ibu Yosua Menangis Dengar Tuntutan Putri Candrawathi
Ibunda almarhum Brigadir Yoshua Hutabarat, Rosti Simanjuntak, menangis histeris, usai mendengar tuntutan 8 tahun penjara, terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Rosti kecewa atas tuntutan jaksa yang dinilai tidak adil, karena Putri mengetahui rencana pembunuhan Yosua.
Putri Candrawathi Dituntut 8 Tahun Penjara
Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dituntut 8 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Putri dinilai terbukti terlibat dalam pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Jaksa juga menyimpulkan, tidak ditemukan fakta yang dapat membebaskan terdakwa.
Tanggapan Warga Soal Tuntutan Ferdy Sambo
Sejumlah warga menanggapi tuntutan penjara seumur hidup kepada terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Yosua, Ferdy Sambo. Pro dan kontra pun bergulir di tengah masyarakat. Bahkan, tak sedikit masyarakat yang berharap Ferdy Sambo mendapat vonis hukuman mati.
Orang Tua Brigadir Yosua Pantau Sidang Tuntutan Sambo dari Rumah
Kedua orang tua almarhum Brigadir Yosua turut memantau jalannya sidang tuntutan Ferdy Sambo, melalui siaran televisi di rumahnya, di Muaro Jambi, Jambi. Ibunda Yosua, Rosti Simanjuntak memberikan apresiasi kepada jaksa terkait tuntutan tersebut, namun tetap kecewa karena harapan keluarga adalah, agar Ferdy Sambo dihukum mati.
Ferdy Sambo Dituntut Penjara Seumur Hidup
Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Ferdy Sambo, dituntut penjara seumur hidup oleh Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (17/1). Dalam sidang tuntutan, Ferdy Sambo dianggap berbelit-belit dan tidak mengakui perbuatan. Jaksa juga mengungkapkan, tidak ada hal yang meringankan terdakwa Ferdy Sambo.
Ferdy Sambo Hadapi Sidang Tuntutan
Mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo, menjalani sidang tuntutan terkait kasus pembunuhan Brigadir Yosua, Selasa (17/1) pagi. Ferdy Sambo didakwa melakukan pembunuhan berencana bersama dengan istrinya, Putri Candrawathi, Richard Eliezer, Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf. Selain itu, Sambo juga didakwa merintangi penyidikan (obstruction of justice) dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua.
Sidang Tuntutan Bharada E Ditunda, PC Diperiksa
Sidang pembacaan tuntutan terhadap Richard Eliezer atau Bharada E, terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir J, ditunda sepekan. Penundaan pembacaan tuntutan dilakukan karena ada satu terdakwa yang belum diperiksa, yaitu Putri Candrawathi (PC). Dalam sidang lanjutan, Putri Candrawathi terus menangis. Istri Ferdy Sambo itu pun, mengaku tidak mengetahui alasan mengapa dirinya bisa menjadi terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J.
Putri Candrawathi: Salah Saya di Mana?
Putri Candrawathi mengaku tidak mengetahui alasan mengapa dirinya menjadi terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J. “Sampai saat ini terhadap dakwaan yang ditujukan kepada saya, saya tidak tahu di mana salah saya, hingga saya harus menjadi terdakwa seperti ini,” kata Putri Candrawathi, Rabu (11/1). Di kesempatan yang sama, Putri juga kembali menyampaikan permohonan maaf, termasuk ke institusi Polri.
Ferdy Sambo Bantah Tembak Brigadir Yosua
Mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo membantah telah melakukan penembakan terhadap Brigadir Yosua. Sambo mengaku hanya memerintahkan anak buahnya untuk menembak Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, saat bertemu di lantai tiga rumah pribadi di Jalan Saguling, 8 Juli lalu. Keterangan itu disampaikan Ferdy Sambo saat menjalani sidang lanjutan dalam kasus dugaan pembunuhan berencana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, (10/1).