Bertepatan dengan Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2022, Michael Tjandra Luar Biasa punya tayangan Luar Biasa untuk anak dan keluarga. Ada Mohammad Fauzy yang aktif di Komunitas Teman Main, pendongeng Aubrey Zada Hiroki, dan Juara Idol KPop Dance Cover Competition The Dream Stars. Mereka akan berkolaborasi menampilkan keahlian masing-masing, yang pastinya bakal menghibur Sahabat RTV semua.
Tag Archives: Bakat
Aubrey Zada Hiroki, Pendongeng Cilik Berprestasi
Tak ada yang mengira, Aubrey Zada Hiroki akhirnya menyukai dunia dongeng. Karena awalnya, bocah kelahiran 5 September 2010 ini hanya diminta guru sekolah untuk mengisi acara. Dengan bantuan ibundanya yang memang seorang pendongeng, jadilah Aubrey pendongeng cilik berprestasi. Meski terbilang baru dalam dunia dongeng, Aubrey sudah berhasil tampil dalam ajang Festival dan Lomba Literasi Nasional 2018 lho.
‘The Dream Star’, Mendulang Prestasi Lewat ‘Dance Cover’
Baru resmi terbentuk Juli 2019, tapi grup tari The Dream Stars yang meng-cover Korean pop atau K-pop, sudah mendulang prestasi. Tahun 2020, grup yang beranggotakan 9 gadis asal Jakarta ini menjadi juara Indonesian Idol Kpop Dance Cover Competition. Namun sebelum resmi membentuk grup, Caitlyn, Jovelyn, Qiana dan rekan-rekannya, sebenarnya sudah menjadi penari latar artis muda Clarice Cutie di tahun 2018. Mereka pun berkolaborasi dengan Invasion DC, I’Generation, FDcover dan Expecto, dalam K-pop Dance Cover Rewind Project.
Mohammad Fauzy, Lestarikan Permainan Tradisional
Mengajak anak-anak bermain permainan tradisional, telah menjadi keseharian Mohammad Fauzy. Fauzy memang ingin agar anak-anak Indonesia tetap mengenal dan melestarikan permainan yang kaya akan nilai filosofis ini. Karena itulah, bersama beberapa temannya, Fauzy mendirikan Komunitas Teman Main di tahun 2015. Mengusung tema pentingnya “bermain bersama”, Fauzy mengunjungi sekolah-sekolah untuk mengajak anak-anak bermain permainan tradisional. Tak sia-sia, kini Komunitas Teman Main sudah beranggotakan ratusan orang dan telah mengajak banyak anak untuk bermain bersama. Salah satunya dalam kegiatan Asean Autism Games 2018.
Terowongan Kendal Hadirkan Mural Thor Berteknologi AR
Terowongan Kendal, Jakarta Pusat, dihiasi mural bertema film Thor: Love and Thunder. Mural itu dilengkapi dengan teknologi augmented reality (AR). Selain itu, ada juga gambar-gambar yang menampilkan khas kota Jakarta.
Aang Hudaya, Manfaatkan Plastik Bekas dengan ‘Ecobrick’
Sebagian masyarakat menganggap botol plastik bekas sebagai sampah. Namun Aang Hudaya menjadikan ecobrick sebagai solusi sederhana untuk mengatasi masalah sampah plastik. Sebagai penggagas komunitas ecobrick Bogor, ia kerap memberikan pelatihan untuk membangun budaya minim sampah. Pembuatan ecobrick dimulai dengan mengisi botol plastik dengan berbagai jenis plastik bekas yang bersih dan kering, ecobrick dibuat dengan kepadatan tertentu yang dapat berfungsi sebagai blok bangunan sehingga dapat digunakan kembali. Ecobrick dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku membuat konstruksi serta furnitur.
Istiningsih dan Suprapminingsih, Ubah Sampah Botol Plastik Menjadi Kerajinan Cantik
Sejak aktif mengelola bank sampah Migunani Asri Madani di kawasan Cisauk Tangerang Banten pada 2017, Istiningsih dan Suprapminingsih terinspirasi untuk berkreasi dengan botol-botol bekas. Mereka mengubah sampah botol plastik menjadi kerajinan cantik. Mengusung motto “ubah sampah jadi rupiah”, keduanya sukses mengubah botol plastik menjadi kerajinan bernilai ekonomis.
Belajar ‘Sains’ Lewat Botol Bersama Yudi Febrianto
Karena cinta pada dunia sains dan anak-anak, Yudi Febrianto mendirikan Sains Academy di tahun 2010. Dari situlah ia berkreasi menciptakan beragam mainan sains hanya menggunakan bahan sederhana seperti botol plastik. Tujuannya agar anak-anak bisa mendapat pengetahuan lebih mengenai sains sejak usia dini. Pria yang akrab di sapa kak Yudi ini sebelumnya aktif berprofesi sebagai guru dan sampai sekarang ia masih mengajar home-schooling.
Reynaldo Nishfu, Si Jago ‘Juggling’ Botol dan Meracik Minuman
Reynaldo Nishfu mengenal aksi juggling botol pertama kali pada 2012 ketika ia mengenyam pendidikan di SMK Sahid. Saat lanjut kuliah di kampus pariwisata Akpindo, Reynaldo makin menekuni aksi juggling botol. Selain berprofesi sebagai bartender, kecintaannya dengan aksi juggling botol mengantarkannya ikut berbagai ajang kompetisi dan meraih kemenangan. Seperti juara 1 Bali Moon Flair and Cocktail Bangka Belitung 2019, juara 3 Alegro Bartender Challenge dan ikut serta dalam ajang Participating Bar Chef Flair and Cocktail Asia Final 2018 di Filipina.
Ullie Iswara, Duet Senam dengan Sang Anak
Ayo senam biar tubuh sehat dan kuat, bersama Safa dan bundanya, Ullie Iswara. Pasangan ibu dan anak ini memang kompak lho, sahabat! Mereka sudah wara-wiri di Youtube untuk berbagi gerakan senam. Bunda Ullie mulai berlatih olah tubuh, khususnya yoga, tahun 2005. Setahun berikutnya, ia mulai membagikan pengalamannya lewat kelas yoga. Sementara Safa, mulai tertarik senam sejak usia 6 tahun. Safa kerap berduet bersama sang bunda dalam berolahraga.