Bernyanyi merupakan aktivitas yang penuh keriangan, termasuk yang dilakukan Fazka Farhat Bahanan. Fazka mulai berlatih vokal sejak usia 3 tahun. Karna bakatnya, ia berani unjuk kebolehan bernyanyi di sejumlah acara, di antaranya Jakarta Creative Clothing & Music Festival, Konser Sumpah Pemuda (We The Youth) di Gelora Bung Karno 2018 dan The 41st Jazz Goes To Campus University Of Indonesia 2018. Fazka juga berhasil menang lomba berskala internasional yaitu Academic Vocal-Sopravista International Festival Italy 2021. Dan di tahun yang sama Fazka merilis 2 single musik berjudul Gitar Ayah dan Alam Nusantara.
Tag Archives: Bakat
Pixel Kinaragendis, Youtuber Pereview Mainan
Bermain, belajar, memasak hingga mereview mainan, itulah isi konten Youtube dari Pixel Kinaragendis @pixel.kinaragendis. Pixel sudah punya 2,7 juta subscribers lho, sahabat! Keren ya… Pixel mulai memvideokan aktivitasnya sejak usia 4 tahun. Ia berharap kontennya bisa menjadi tontonan anak yang sehat dan positif.
Chiellyn Ashley, Gemar Memasak dari Kecil
Sahabat mau asupan makanan dan minuman yang sehat dan bergizi? Kita panggil yuk, Chiellyn Ashley yang bakal kasih kita menu-menu yang oke. Chiellyn ini baru berusia 9 tahun lho, sahabat. Tapi lihat deh tangan-tangannya yang mungil dan cekatan, sudah bisa meramu banyak makanan dan minuman. Chiellyn memang sudah menyukai dunia memasak sejak usia 3,5 tahun. Dan pada 2018, Chiellyn cilik sudah mulai berani mengunggah video masaknya di Youtube. Hingga kini, sudah ada 3.800 orang lebih yang menyukai laman Youtubenya. Keren ya, sahabat!
Oting Supriatna, Sukses Mengolah Limbah Pipa PVC Jadi Karya Bernilai Seni dan Ekonomi
Pipa bekas bisa beralih fungsi menjadi cenderamata, perabot rumah dan lain lain di tangan Oting Supriatna @othinxsharaga. Ia sukses mengolah limbah pipa PVC menjadi karya yang punya nilai seni dan ekonomi. Sejak tahun tahun 2014 Oting mendirikan sanggar kreasi bernama Sharaga art di kediamannya di kawasan Cibinong, Jawa Barat, dan melibatkan warga sekitar tempat tinggalnya untuk mengolah bekas pipa dengan cara dibakar. Bekas pipa ini kemudian bisa dikreasikan menjadi benda estetik. Selain kerap mengisi berbagai pameran, produk karya Oting telah dipasarkan ke sejumlah kota di pulau Jawa dan Sumatera hingga mancanegara seperti Ukraina dan Belgia.
Hadid Aulia, Pegiat Upcycling Kertas Koran
Berawal dari hobinya berkreasi dengan kertas ketika di bangku SMA, Hadid @hadidi_21 terinspirasi untuk upcyle kertas koran agar lebih memiliki nilai seni dan ekonomis. Berlokasi di Pamulang kota Tangerang Selatan, Hadid mulai merintis Akasia Art @akasia.art di tahun 2017 sebagai wadah pemberdayaan pada remaja lingkungan sekitarnya untuk belajar menjadi pengrajin. Kertas koran dialihfungsikan menjadi berbagai produk seperti jam, alas gelas, wadah air mineral, kotak tissue dan lain lain. Hadid juga kerap membuka workshop di beberapa instansi untuk memberi edukasi tentang upcyle .Lewat wadah yang dibentuknya ini, Hadid berharap masyarakat dapat memanfaatkannya sebagai peluang usaha.
Toto Sihono, Pegiat Upcycling Limbah Elektronik
Limbah elektronik bisa beralih fungsi menjadi pajangan artistik di tangan Toto Sihono. Bukan hanya artistik, tapi juga bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Sejak 2016 Toto Sihono mulai membuat upcyle barang–barang bekas dan mulai di tahun 2018 ia memasarkan karya-karya kerajinan tangannya. Toto juga memamerkan karya-karyanya di beberapa workshop, pameran serta bazaar. Barang-barang hasil karyanya dipasarkan melalui media sosial Instagram @artosgallery. Selain karya yang bernilai jual, pria yang berprofesi sebagai animator ini pun memiliki andil untuk mengurangi limbah yang hingga kini masih menjadi persoalan.
Mengenal Ayu Rifa, Pegiat Upcycling Limbah Fashion
Sejak menyadari bahwa industri mode menjadi penyumbang polusi terbesar kedua, Ayu Rifa termotivasi untuk berkontribusi dalam meminimalisir limbah fashion. Ia mendirikan @revup.id, yaitu wadah bagi siapa saja yang ingin mendonasikan baju bekas untuk kemudian dibuat menjadi barang baru bernilai jual, serta menjadi forum berbagi seputar produk fashion ramah lingkungan. Lulusan fakultas hukum Universitas Indonesia ini meyakini bahwa upcycle dari limbah fashion dapat memperpanjang usia kain, dan potensi polusi akibat proses produksi yang tidak ramah lingkungan dapat berkurang.
Terjun ke Shopee, Penjualan Monica Tembus 4 Negara
Usia muda bukan menjadi halangan untuk menggapai kesuksesan dalam bisnis. Monica Kumala, seorang pebisnis muda di kota Solo, Jawa Tengah, berhasil memulai bisnisnya sejak ia duduk di bangku SMA. Mulai dari bisnis kuliner, fashion, hingga skincare, pernah dijajalnya. Kini usahanya berkembang pesat, setelah memberanikan diri untuk terjun ke pasar digital, melalui salah satu marketplace terbesar di Indonesia yaitu Shopee.
Citra Desya, Pionir Jasa Boga Untuk Ibu Hamil
Karena bergabung dengan komunitas organik di tahun 2012, Citra Desya @citra_desya langsung tertarik pada makanan sehat. Pada 2014, ia kemudian membuat katering untuk ibu hamil, dan kini usaha kateringnya sudah menjangkau Jabodetabek. Mengusung konsep sajian bernutrisi sehat “foods around the world”, Citra ingin memberi pengalaman berbeda bagi ibu hamil dan menyusui dalam membangkitkan selera makan. Sejak tahun 2019 sampai sekarang, Citra telah menambah ilmunya dari Universitas Ludwig Maximilians Munich Jerman. Ia berkuliah online untuk mendalami nutrisi bagi ibu hamil dan menyusui serta program bayi tabung.
Salsabila Avinandita, Jalani Gaya Hidup Sehat Lewat Senam
Sejak terinfeksi kelenjar getah bening di tahun 2013, Salsabila Avinandita @salsavinandita lantas aktif berolahraga. Saat itu pula menjadi titik balik Salsa untuk menjalankan pola hidup sehat. Salsa lantas serius menekuni dunia olahraga sebagai instruktur senam hingga mengantongi sertifikat pre-postnatal fitness dan personal trainer. Di masa pandemi Covid-19 ia kerap membuka kelas olahraga secara daring serta aktif membagikan pengetahuan lewat media sosial.