Steven Halim, Menggemari Tarian ‘Tutting’

Menari hanya fokus dengan pada gerakan jari-jemari? Ini namanya tutting dance, dan Steven Halim adalah salah satu penarinya. Steven juga memadukan tarian itu dengan ekspresi wajah atau face tutting, gerakan kaki atau foot tutting, dan street dance. Hebatnya lagi, ia mempelajari semuanya secara autodidak. Awalnya Steven menyukai dunia boyband sejak tahun 2013. Tapi akhirnya dia memilih sebagai penari profesional dan mengajar di beberapa tempat.

Erwin Pop, Berprestasi Lewat ‘Fingerboard’

Skateboard menggunakan jari? Emang bisa? Bisa dong! Namanya fingerboard. Atraksinya juga menggunakan lintasan dengan berbagai obstacle atau rintangan. Dan Ade Erwin atau biasa dikenal Erwin Pop adalah salah satu ahlinya nih, sahabat. Awalnya Ade memang menyukai skateboard sejak tahun 2008. Namun di tahun 2010, pria kelahiran Jakarta tahun 1985 ini kepincut pada fingerboard. Dia lantas aktif menjadi pengurus komunitas papan jari dan juga memproduksi fingerboard.

Pertunjukan Boneka Jari Oleh Kak Ojan

Bercerita menggunakan boneka jari dan tangan adalah keahlian Ahmad Fauzan atau yang biasa disapa Kak Ojan. Pria kelahiran 1988 ini memilih boneka jari dan tangan karena mudah digunakan. Petualangan Kak Ojan bersama boneka-bonekanya dimulai pada tahun 2012. Waktu itu ia mendongeng untuk psychological first aid bagi anak-anak yang tertimpa musibah bencana. Wah.. keren ya sahabat! Gak heran Kak Ojan menjadi ketua GEPPUK atau Gerakan Para Pendongeng Untuk Kemanusiaan selama tahun 2015–2017.

Memasak Makanan Sehat Bersama Chef Nanda

Mau masak makanan sehat buat anak? Serahkan ke Nanda Hamdalah atau biasa disapa Chef Nanda. Ia bahkan membuat sendiri bahan gluten free yang ramah di kantong, lho sahabat. Bahan ini cocok untuk anak berkebutuhan khusus, seperti autis. Chef Nanda juga aktif berbagi resep masakan untuk anak-anak berkebutuhan khusus di rumah autis Jatiasih Bekasi, Jawa Barat.

Dyan Rachmatullah, Jatuh Cinta dengan Permainan ‘Board Games’

Dyan Rachmatullah tergila-gila dengan board games sejak tahun 2015. Koleksinya bahkan sudah mencapai sekitar 200 permainan. Baginya board games kaya akan manfaat, baik pengetahuan, afeksi, maupun psikomotorik. Bukan cuma itu, tahun 2019 Dyan juga menciptakan permainan papan dengan nama Kata Emak. Permainannya sudah laku hingga 2000 unit, lho…

Mainan Kertas Lipat Buatan Wuri Dyah Putranti

Beragam bentuk mainan bisa dibuat dari kertas lipat lho, sahabat! Seperti yang dilakukan Wuri Dyah Putranti. Seni melipat kertas atau origami, memang sudah sengaja dipilih Wuri sebagai salah satu materi belajar. Perempuan yang berprofesi sebagai guru ini memilih origami karena mudah dipelajari dan diajarkan kembali ke anak-anak. Ia pernah menerbitkan buku kreasi melipat berjudul Kreasi Lucu Kokoru pada 2013. Selain itu, hasil lipatan kertas Wuri, juga pernah dipublikasikan di Bristish Origami Magazine dan The Fold pada tahun 2021. Keren ya…

Ullie Iswara dan Safa Luna Iswara Kompak Dalam Yoga

Luwes dan kompak ya gerakan yoganya.. Mereka adalah pasangan ibu dan anak, Yulia Wulandari atau Ullie Iswara dan Safa Luna Iswara. Sang ibu mulai berlatih yoga tahun 2015. Setahun berikutnya, Ullie mulai berani menjadi pengajar yoga. Saat praktik itulah, Safa juga mulai diajak. Safa, gadis kelahiran Jakarta 2011 ini, mulai tertarik yoga saat berusia 6 tahun.

Membuat ‘Rock Balancing’ Bersama Suryadi

Nama Suryadi dikenal di kalangan seniman rock balancing, karena dirinya adalah pendiri Balancing Art Indonesia di tahun 2013. Ia turut memopulerkan seni keseimbangan batu yang berkaitan dengan gravitasi ini. Butuh waktu bertahun-tahun hingga akhirnya balancing art populer di Indonesia dan kini anggota komunitas ini sudah mempunyai ribuan anggota.

Lukisan 3D di Atas Batu Karya Duki Noermala

Awalnya dikenal sebagai pelukis cat air, kini Duki Noermala populer sebagai pelukis yang menggunakan medium batu. Ia memanfaatkan keunikan bentuk dan tekstur batu untuk membuat lukisan tiga dimensi flora dan fauna. Karena unik, lukisan batu karyanya diminati oleh banyak orang. Sebagai seniman, Duki tidak mau membatasi media lukis sehingga ia harus kreatif mencari medium lukis. Daya estetika dan nilai jual menjadi alasan Duki melukis di atas batu alam sejak tahun 2019.

Iqbal Adley, Gemar Koleksi Batu Permata dan Akik

Berulang kali batu akik dan permata menjadi tren dan menarik perhatian berbagai kalangan. Anak muda seperti Iqbal Adley pun jatuh cinta pada batu ini. Ia bahkan sudah mengoleksi batu akik sejak usia belasan tahun. Iqbal akrab dengan batu akik dan permata karena memang ayah dan kakeknya lebih dulu menjadi kolektor. Kini Iqbal sudah punya ratusan batu akik dari berbagai jenis di antaranya bulu monyet, mani gajah dan keong buntet. Harga koleksinya bervariasi mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah.

error: Content is protected !!