Rudy Ruach Si “Anak Indigo”

Kecerdasan dan kemampuan spiritual tinggi seperti melihat masa depan, melakukan telepati, berkomunikasi dengan alam gaib dan membaca pikiran adalah karakter dari orang indigo. Rudy Ruach @rudyruach menyadari dirinya punya kelebihan itu sejak duduk di bangku SMA. Meski sejatinya Rudy sudah merasakan hal tak biasa yang yang tidak dimiliki anak-anak seusianya, sejak SD. Ketika itu pria kelahiran Aceh tahun 1993 ini merasakan firasat yang begitu kuat sebelum terjadi bencana tsunami Aceh 2004. Karena indigo lah Rudy lantas menjadi pembawa acara reality show di salah satu televisi nasional. Karena popularitasnya menanjak, Rudy punya penggemar tak hanya di Indonesia tapi juga di Malaysia dan Brunei Darussalam.

Kiprah Frans Susanto Sebagai Juru Bahasa Isyarat

Karena melayani warga disabilitas sejak tahun 2002, Frans Susanto belajar bahasa isyarat di komunitas penyandang tunarungu. Ketika itu, ia mempelajari American Sign Language. Lalu tahun 2013 ia belajar bahasa isyarat Indonesia atau Bisindo. Sejak itulah pelayanannya sebagai juru bahasa isyarat berkembang hingga ke ajang internasional seperti di Korea Selatan dan Filipina. Sampai sekarang Frans tetap menjadi penerjemah bahasa isyarat di sejumlah kegiatan, baik secara daring maupun luring. Ia juga aktif memberikan edukasi agar masyarakat dan pelayanan umum semakin infklusif dan aksesibel bagi warga tuli. Namun kesibukannya itu ternyata tak menyurutkan pelayanannya pada penyandang tunarungu yang sudah dijalaninya selama 20 tahun.

Di Balik Profesi Komunikator Hewan

Sejak di bangku SMP, Antonius Bagoes sudah mengenal cara berkomunikasi dengan hewan peliharaan. Ketika itu secara autodidak ia diajari uskup dan pastor di keuskupan Pangkal Pinang. Pengalaman itu terus melekat hingga akhirnya ia menekuninya jadi profesi di tahun 2017. Sebagai komunikator hewan, Antonius biasa berkomunikasi dengan hewan peliharaan seperti anjing, kelinci ular dan kucing. Ia biasa menggali masalah yang dialami hewan–hewan itu secara fisik dan psikologis. Ia pun bisa menyampaikan pesan dari sang pemilik hewan sehingga ia menjadi jembatan penghubung komunikasi antara si hewan dan pemiliknya.

Pameran Marvel Terbesar Se-Asia Tenggara Ada di Jakarta

Buat kamu pecinta tokoh superhero Marvel, kamu bisa datang ke pameran yang ada di salah satu mal di Jakarta. Di sana, ada puluhan lebih properti asli karakter superhero Marvel yang bisa kamu lihat langsung. Pameran yang bertajuk “A Universe of Heroes Indonesia Exibition” ini berlangsung mulai tanggal 3 Juni hingga 14 September 2022 mendatang.

Maria Gabriella Isabella, Melestarikan Tenun Ikat dengan Gaya Kekinian

Usianya baru 26 tahun, tapi karyanya di dunia busana berbasis wastra khususnya tenun asal Nusa Tenggara Timur sudah layak diacungi jempol. Bahkan, busana produksi Maria Gabriella Isabella sudah ditampilkan di beberapa ajang fashion, seperti Jakarta Fashion Week 2015 dan Indonesia Fashion Week 2016 dan 2018.

Bathara Saverigadi, Membawa Tari Tradisional ke Berbagai Negara

Di usia muda, Bathara sudah menjadi koreografer dan sutradara di sanggar tari Swargaloka. Di usia belum genap 17 tahun, Bathara menyandang gelar koreografer seni tari tradisional kelas dunia termuda dari MURI. Hingga saat ini, Bathara terus berkarya dan konsisten melestarikan seni tari tradisional.

Rona Mentari, Kenalkan Dongeng Cerita Rakyat Hingga ke Mancanegara

Menyukai dongeng sejak kecil membuat Rona Mentari mendirikan rumah dongeng mentari di Yogyakarta. Rona juga menginisiasi dongeng.tv, akun Youtube yang berisi dongeng untuk anak-anak. Rona pun mengangkat cerita-cerita rakyat Indonesia lengkap dengan gaya busana tradisional. Rona sempat tampil mendongeng di Sydney international storytelling festival tahun 2014. Kepopuleran lantas membuat Rona mendapatkan beasiswa short course di international school of storytelling dari Emerson College Inggris di tahun 2018. Setelah itu ia kerap tampil di beragam panggung mancanegara. Keren ya, sahabat!

Saung Angklung Udjo, Menggaungkan Angklung ke Pentas Dunia

Saung Angklung Udjo telah berhasil melestarikan angklung sebagai salah satu musik khas asal Indonesia. Saung Angklung Udjo merupakan pusat kesenian di Jawa Barat dan sudah menjadi destinasi wisata favorit. Hingga kini, saung rintisan kedua orang tua dari Taufik Hidayat Udjo ini tetap ramai didatangi wisatawan. Berdiri sejak 1966, Saung Angklung Udjo tak henti berprestasi dan meraih beragam penghargaan internasional, salah satunya Guiness Book of Record (2001) dengan jumlah pemain alat musik angklung terbanyak, mencapai 5.102 orang.

Aksi “Burn Out” Mobil Formula E di Monas

Pembalap Nyck De Vries melakukan atraksi “burn out” dengan mobil balap Formula E dalam acara meet and greet di Monumen Nasional, Jakarta, Kamis (2/6). Ajang adu cepat mobil balap listrik akan diikuti 22 pembalap dari sejumlah negara dan digelar di Jakarta International E-prix Circuit (JIEC), Ancol, Jakarta, Sabtu esok (4/6). Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Lensa Indonesia RTV (@lensaindonesiartv)

Pebalap dan Kru Tim Formula E Tiba di Jakarta

Jelang perhelatan balapan Formula E, para pebalap dan kru tim mulai tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (31/5/2022). Mereka siap mengikuti sejumlah kegiatan, sebelum balapan pada hari Sabtu (4/6/2022).

error: Content is protected !!