Improvisasi Keren “Street Dance” Steven Russel dan Joshua Patty

Dunia tari adalah pilihan hidup Steven Russel dan Joshua Patty. Duo penari ini jatuh cinta pada street dance yaitu seni tari modern yang punya ragam improvisasi dan kebebasan ekspresi. Lewat penguasaan berbagai gaya street dance, mereka akhirnya kerap menjuarai berbagai kompetisi. Joshua Patty menjadi juara 1 kompetisi Street Dance Pacific Place Peace 2008, juara 1 Battle Dance Crew Ex 2011, juara 2 Kratingdaeng Power Dance Nasional 2012 dan juara 1 Battle Crew Epicentrum 2013. Sementara Steven meraih best Perform Battle of the year 2015, Champion Catdabeat Funkstyle 2017, serta Top 24 Samurai Battle Japan 2021.

Spontanitas “Stand Up Comedy” ala Darwin Moa

Menanggalkan profesi sebagai pengendara ojek online tahun 2017, Darwin Moa terjun ke dunia komika. Bekal kisah getir hidup kerap ia jadikan sebagai bahan cerita. Dan sejak menjadi komika, pria kelahiran Jakarta tahun 1974 ini tergabung dalam komunitas stand up comedy Jakarta Pusat. Darwin Moa kerap memenangkan kejuaraan stand up comedy. Sebut saja juara 1 kompetisi stand up Uus Cup Jabodetabek tahun 2019 dan juara Ultimate Funniest Comika tahun 2020.

Ego Firnando, Berkarya dan Berprestasi Lewat “Beatbox”

Sosok Ego Firnando merupakan beatboxer Indonesia pertama yang masuk Swiss Beatbox di tahun 2015, lalu tahun 2016 Ego mewakili Indonesia dalam Beatbox Battle Royale di Singapura. Meski hanya menjadi runner-up, pencapaiannya cukup membanggakan karena mampu menyingkirkan 30-an beatboxer Asia dan Eropa. Di tahun 2016 pula ia masuk 16 besar Asia Beatbox Championship di Taiwan, dan tahun 2018 Ego mewakili Indonesia di ajang 5th World Beatbox Championship di Jerman. Edo memang sudah mengasah kemampuan beatbox-nya sejak duduk di bangku SMP. Lenting dari rongga mulutnya mampu menghasilkan bunyi-bunyi ritmis, ketukan drum dan instrumen musik. Tak terkecuali suara tiruan dari bunyi-bunyian lainnya, khususnya suara turntable, hingga akhirnya ia membuat komunitas Nusantara One Beatbox Community.

Wisata Ramah di Jakarta, Kenalkan Anak Tentang Berbagai Macam Profesi

Sahabat RTV, berlibur bersama buah hati saat momen libur panjang tentu sangat mengasyikkan. Namun, kemacetan di tempat-tempat wisata, justru bikin liburan jadi gak asyik. Nah, berikut ini ada tempat wisata alternatif di Jakarta, yang selain menghibur dan ramah anak, juga bisa mengedukasi soal berbagai macam profesi pekerjaan.

Herry Budiman, Seniman String Art dari Benang Rayon

Benang rayon yang dirangkaikan pada paku yang sudah dipola secara geometris akan menghasilkan visual yang disebut string art. Herry Budiman adalah salah satu senimannya. Sejak tahun 2019, ia kebanjiran pesanan string art. Karyanya sering dijadikan hadiah ulang tahun, wisuda, lukisan dinding dan dekorasi pernikahan. Herry belajar string art secara autodidak sejak tahun 2016, tapi ternyata hasratnya begitu besar untuk menyelami gambar dari rangkaian benang di media papan kayu, hingga akhirnya ia kini sudah menjadi seniman string art.

Hiasan Dinding Berbahan Wool Kreasi Hira Lewenussa

Hira Lewenussa mulai menekuni dunia pintal benang selama masa pandemi. Lewat ketekunannya, ia sukses membuat kreasi hiasan dinding berbahan wol yang ditenun dengan beragam teknik termasuk dengan gulungan benang. Ekspresi karyanya terlihat dari pintalan benang dengan gaya khas dan bertekstur. Untuk menyelami kesukaannya pada benang rajut, Hira sempat mengikuti beberapa workshop hingga akhirnya membangun hobinya itu menjadi sebuah usaha.

Dety dan Ririe, Pembuat Kerajinan dari Benang Poliester-Chenille

Benang poliester dan chenille ternyata bisa dikreasikan menjadi beragam produk kerajinan. Dety dan Ririe, dua perempuan asal Jakarta ini membuktikannya. Ririe misalnya, lewat teknik macrame, benang poliester dibuat menjadi tali kamera, lanyard, dompet kartu dan gantungan kunci. Sementara Dety yang terampil dengan teknik latch hook, mengubah benang poliester dan chenille menjadi hiasan tas dan dinding, serta keset. Mereka kerap memberi pelatihan membuat kerajinan dari berbagai benang. Dety dan Ririe bersama Ana, Cita dan Wulan lantas membuat akun Instagram @ngebenang untuk menginformasikan hal-hal seputar melukis, merajut dan menyulam.

Cintya Marciana Pratiwi, Membuat Tas Cantik dari Bahan Benang Kaus

Karena melihat potensi dari kaus kaus tak terpakai, Cintya Marciana Pratiwi terinspirasi untuk membuat kreasi dari benang kaus. Ia mengumpulkan kaus bekas dari limbah konfeksi yang kemudian ia buat menjadi tas, topi, dompet, tas hp dan gantungan kunci. Bahkan ragam kreasi dari benang kaus ini sudah menyebar ke seluruh wilayah Indonesia. Penjualannya pun sampai ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Program Terbaru untuk Sahabat RTV

Kabar menggembirakan untuk Sahabat setia RTV. Ada 5 program baru, yang dijamin bikin kamu makin betah nonton RTV. Ada program komedi dan talkshow, yang tentunya menampilkan artis-artis ternama.

Yonna Purnawati Kairupan, tampilkan Karakter Seram Lewat Riasan

Bagi yang pernah nonton film horror, pasti ketakutan sama sosok yang ada di film itu. Entah itu hantu, pocong, atau zombie. Walaupun tau itu hanya riasan, tapi tetap takut dan menyeramkan kan. Itu artinya, penata riasnya sukses. Seperti yang dilakukan oleh Yonna Purnawati Kairupan, seorang seniman tata rias khusus efek. Alih-alih merias kecantikan, Yonna justru jago dalam urusan merias spesial efek, khususnya karakter menyeramkan. Bahkan ia mampu membuat hasil riasannya tampak nyata. Tak heran ia dilibatkan dalam special effect make-up artist di 14 film horor seperti “Jeritan Malam”, “Mata Batin”, dan “Suzanna”.

error: Content is protected !!