Warna-Warni Payung Cantik di Festival Payung Tradisional

Payung sedianya berfungsi sebagai pelindung kita dari guyuran air hujan. Namun, payung-payung yang dipamerkan dalam acara festival tradisional ini, tidak hanya untuk pelindung dari hujan, tapi juga bisa menjadi pajangan di rumah, serta souvenir yang cantik dan ciamik.

Arsa dan Iman, Kolektor Ratusan Gundam

Arsa dan Iman sama-sama menyukai Gundam, karakter robot asal Jepang. Dengan koleksi masing-masing mencapai ratusan Gundam, keduanya pun aktif dalam komunitas Gundam Indonesia. Mereka juga kerap berpartisipasi di ajang toys fair bahkan Arsa pernah ikut Gunpla Builder World Cup di tahun 2015. Arsa lebih dulu bergabung dengan komunitas Gundam, yaitu pada tahun 2011. Sementara Iman baru bergabung pada tahun 2013. Keren-keren ya koleksinya!

Dwi Untari Bihandari, Kolektor Boneka Barbie

Kagum pada kepribadian Barbie nan cantik, Dwi Untari Bihandari langsung jatuh cinta pada boneka yang serba bisa itu. Sejak tahun 2011, Tari mulai mengumpulkan satu persatu koleksi boneka Barbie. Kini koleksinya sudah mencapai 360 boneka. Saking cintanya, beberapa gaun milik Tari menyerupai baju boneka asal Amerika itu. Ia pun aktif dalam komunitas dan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan boneka Barbie.

Aksi Cosplay Ayr Omayra, Mirip Banget Sama Aksinya

Ayr Omayra mencintai dunia cosplay dan sejak tahun 2002. Beberapa kostum karakter buatannya adalah Mele dari Gekiranger. Pink Ranger, Nami, Serah Farron dari Final Fantasy dan semua karakter princess dari serial Disney. Selain senang tampil dengan cosplay, Ayr juga kerap menjadi juri dan pengisi acara.

Keren, Aksi Para Pecinta Action Figure!

Banyak cara dilakukan penggemar, saat meniru tokoh atau publik figur yang mereka sukai. Mulai dari meniru gaya berpakaian, sampai mengkoleksi barang-barang yang berkaitan dengan idola. Seperti beberapa Sahabat RTV yang datang di Michael Tjandra Luar Biasa kali ini, ada Ridwan Halim, pencinta Kamen Rider; Dwi Untari Bihandari, pecinta boneka barbie; Arsa dan Iman, pecinta Gundam; dan Ayr Omayra, cosplayer.

RTV Raih Penghargaan Televisi Ramah Anak

RTV meraih penghargaan Televisi Ramah Anak pada ajang Anugerah Penyiaran Ramah Anak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) 2021. Terima kasih untuk semua sahabat RTV. Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Lensa Indonesia RTV (@lensaindonesiartv)

Aeshnina Azzahra Aqilani, Aktivis Perubahan Iklim

Keren, remaja berusia 14 tahun bernama Aeshnina Azzahra Aqilani atau yang biasa dipanggil Nina menjadi salah satu pembicara di acara Plastic Health Summit 2021, Amsterdam, Belanda. Dalam pidatonya, Nina bercerita tentang penyelundupan ilegal sampah plastik dari negara maju yang “dibuang” ke Indonesia. Tidak hanya itu, Nina juga sering berbagi cerita inspirasi di akun Instagramnya @aeshnina . Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Lensa Indonesia RTV (@lensaindonesiartv)

Tas Cantik dari Sampah Gelas Plastik Kreasi Ibu-Ibu asal Klaten

Sahabat RTV, sampah gelas plastik ternyata bisa lho disulap menjadi sebuah tas cantik bernilai ekonomi tinggi. Seperti yang dilakukan sekelompok ibu-ibu di Desa Bakungan, Klaten, Jawa Tengah. Hasil karya tas cantik ibu-ibu ini telah dipasarkan di media sosial, sehingga dapat membantu perekonomian warga sekitar.

Kak Iman, Si Seniman Bayangan Tangan

Siapa yang kalau mati listrik sering main bayangan dari jari dan tangan? Bayangan tangan ternyata bisa dijadikan media bercerita lho, seperti yang dilakukan Pujiman alias Kak Iman. Ada bayangan burung, kelinci, gajah dan lainnya. Total ada 40 karakter bayangan yang bisa dilakukan Kak Iman. Kerenn yaaa! Kak Iman belajar bayangan tangan secara autodidak lho, sahabat. Mulanya dia mencari sesuatu yang unik untuk bercerita. Jadi deh Kak Iman memilih bayangan tangan.

Steven Halim, Menggemari Tarian ‘Tutting’

Menari hanya fokus dengan pada gerakan jari-jemari? Ini namanya tutting dance, dan Steven Halim adalah salah satu penarinya. Steven juga memadukan tarian itu dengan ekspresi wajah atau face tutting, gerakan kaki atau foot tutting, dan street dance. Hebatnya lagi, ia mempelajari semuanya secara autodidak. Awalnya Steven menyukai dunia boyband sejak tahun 2013. Tapi akhirnya dia memilih sebagai penari profesional dan mengajar di beberapa tempat.

error: Content is protected !!