Patung Miniatur dari Goni Kreasi Kosasih alias Abah Koko

Ide kreatif bisa datang dari mana saja, tak terkecuali dari karung bekas berbahan goni. Inilah kreasi Kosasih alias Abah Koko, yang tak tahan melihat banyaknya limbah karung goni. Abah Koko lantas menyulap karung goni bekas menjadi patung miniatur yang estetik. Hasil karya Abah Koko sudah berpindah tangan ke berbagai wilayah lho. Bahkan sampai ke Belanda dan Amerika. Karena sudah terlatih membuat miniatur dari goni sejak tahun 1998, Abah Koko hanya butuh waktu 30 menit untuk menyelesaikan satu patung miniatur. Keren ya!

Menyulap Goni Menjadi Barang Fashion

Kalau goni biasanya hanya jadi karung, maka itu tidak berlaku bagi Ahmad Fajri, Muhammad Fariz Adisukmawan dan Rubi Perkasa Untung. Di tangan tiga pemuda asal Bandung ini, goni justru menjadi barang-barang fashion seperti ransel, topi, hingga sepatu. Tak hanya cantik, kreasi goni ini juga sangat unik. Mereka mulai memproduksi ragam kreasi goni sejak tahun 2015 dan sudah punya banyak penggemar. Setiap bulannya, mereka melayani ratusan pesanan dari berbagai daerah. Untuk menjaga kualitas, mereka hanya menggunakan goni bermutu tinggi.

Lie Susanti, Koki Makanan Fermentasi

Penyintas dan pejuang autoimun Lie Susanti atau yang akrab disapa Chef Santi memilih jalan untuk mengonsumsi makanan dan minuman sehat. Karena itu pula, ia serius mendalami makanan fermentasi. Tahun 2019 Santi mengikuti workshop The Seeds of Life Academy di Bali hingga mendapatkan Raw Chef Certification. Lalu tahun 2020 ia belajar di The Raw Chef Academy UK. Berbekal itu Santi memproduksi rawvegan, yaitu makanan yang tidak dimasak atau dipanaskan lebih dari 48 derajat celcius. Rawvegan menggunakan bahan dasar alami yang belum tersentuh olahan kimia. Salah satu yang kerap dibuatnya adalah makanan dengan probiotik hidup yaitu sauerkraut atau kol fermentasi.

Aang Hudaya, Jaga Kelestarian Bumi dengan “Eco Enzyme”

Nama Aang Hudaya dikenal sebagai sosok yang punya perhatian besar pada pengelolaan sampah khususnya di kota Bogor. Ia adalah inisiator bank sampah sekaligus pimpinan cabang bank eco enzyme Bogor. Aang kerap memberi pelatihan pada masyarakat untuk membangun budaya minim sampah. Eco enzyme merupakan hasil fermentasi limbah dapur organik, ampas buah dan sayuran dicampur dengan gula merah dan didiamkan dalam air selama sekitar tiga bulan. Meski prosesnya lama, tapi manfaatnya luar biasa. Selain jadi dekomposer untuk menyuburkan tanah, eco enzyme juga bisa dimanfaatkan untuk sabun cuci piring, detergen, sampo, desinfektan, dll. Tidak hanya banyak manfaat, penggunaan eco enzyme juga membantu menjaga kelestarian bumi.

Iin Mutmainah, Manfaatkan “Kefir” untuk Kosmetik

Berawal dari bekerja sebagai asisten apoteker di klinik kecantikan, Iin Mutmainah akhirnya mengenal kefir di tahun 2015. Kefir merupakan fermentasi susu murni dan saat itu perawatan kulit alami seperti penggunaan masker kefir sedang tren. Dalam tempo 2 tahun, ia pun rajin ikut berbagai workshop tentang kefir untuk kecantikan hingga akhirnya tahun 2017 ia mulai memproduksi sendiri produk kecantikan berbahan kefir. Tak hanya masker, Iin pun membuat cream malam dan pagi, toner,serum, lulur serta sabun.

Septy Haryanny, Pembuat Minuman Fermentasi “Kombucha”

Butuh setahun bagi Septy Haryanny untuk menyadari pentingnya mengonsumsi makanan dan minuman sehat hingga akhirnya ia ini mendirikan Rumah Fermentasi di tahun 2017. Ia lantas mengembangkan fermentasi kombucha, minuman tradisional asal Asia Timur yang baik untuk kesehatan. Lewat Rumah Fermentasi, Septy membuat varian rasa kombucha seperti jahe madu, kayu manis madu, lemon, kelapa muda, leci dan sereh. Ia pun membuat produk kombucha untuk kecantikan seperti perawatan kulit. Septy juga rajin menggelar workshop mulai dari membuat kombucha hingga budi daya scoby atau symbiotic culture of bacteria and yeast.

Lukisan Teknik “Pirografi” Karya Arfan Hidayat, Laris Hingga Dibeli Mantan Wapres

Membakar media lukis berupa kayu atau pun kulit dengan alat seperti solder, itulah yang dinamakan teknik pirografi. Salah satu yang mahir melukis dengan teknik ini adalah Arfan Hidayat. Bahkan lukisannya sudah pindah tangan ke Australia, Jepang, Korea, Brazil dan Belanda, lho sahabat. Keren kan? Awalnya Arfan cuma iseng menggoreskan ukulele dengan solder. Tapi dari situ, munculah ide untuk melukis. Bahkan sekarang Arfan sudah bisa menciptakan alatnya sendiri, lho sahabat. Mulai dari alat pengatur suhu sampai mata pena pembakarnya.

Belajar Melukis “Impasto” Bersama Diana Riliyanti Mohy

Sahabat, lihat ni.. tangannya memegang pisau palet, lalu melukis di atas kanvas. Teknik ini dinamakan impasto. Dan tangan itu milik Diana Riliyanti Mohy. Diana mulai belajar melukis dengan teknik ini di usianya yang ke-32 tahun. Tapi itu gak menyurutkan niatnya untuk melukis. Bahkan saking gigihnya dalam belajar, Diana bisa menggelar berbagai pameran lukisan lho, sahabat. Dan.. salah satu karyanya juga sudah pindah ke tangan walikota Bogor, Bima Arya. Hebat kan?

Dede Rustandi, Melukis dengan Teknik Spray

Ini dia teknik melukis dengan teknik spray. Hasilnya, wow…. bagus ya, sahabat? Inilah karya dari tangan Dede Rustandi. Dede gak sengaja lho untuk melukis dengan spray ini. Awalnya ia sedang mencari ide usaha cat ulang helm, tapi justru tertarik dengan lukisan spray. Mulailah ia belajar secara otodidak pada tahun 2015. Dan sekarang, Dede berhasil wara-wiri di berbagai stasiun TV nasional buat unjuk kebolehan melukisnya.

Guruh Ramdani, Cinta Lukisan Sejak Kecil

Sahabat, pasti tau dengan cara melukis menggunakan cat air. Tapi jika diperdalam lagi, melukis dengan nama teknik aquarel ini, ada beberapa hal yang perlu diketahui, lho. Dari penggunaan kuas, sampai seberapa banyak cat dan air yang diperlukan. Kita belajar sama ahlinya, yuk! Yaitu Guruh Ramdani. Sejak kecil Guruh sudah tertarik dengan dunia melukis. Ia memperdalamnya dan berhasil menggelar berbagai pameran. Karena bakat dan kemampuannya, Guruh juga terdaftar sebagai anggota Kelompok Kerja Nasional Prangko dari unsur praktisi seni dan pendidik. Tugasnya mempersiapkan penerbitan prangko setiap tahunnya.

error: Content is protected !!