Pakar Forensik Ungkap Alasan Pembunuhan dan Mutilasi Di Bekasi

Kasus pembunuhan dan mutilasi yang menimpa pengemudi ojek online di Bekasi, Jawa Barat, diduga adanya rasa dendam dan sakit hati. Pakar Pskologi Forensik, Reza Indragiri, mengungkapkan kasus pembunuhan disertai mutilasi ini disebabkan oleh dua faktor, yakni faktor instrumental dan faktor emosional dari para pelaku yang tidak bisa dikontrol. Reza juga menambahkan, pasal pidana yang bisa dikenakan terhadap ketiga pelaku berbeda-beda, sesuai peran masing-masing dalam kasus mutilasi ini.

Motif Pelaku Mutilasi di Bekasi, Karena Sakit Hati

Kasus tewasnya pengemudi ojek online bernama Ridho Suhendra, dengan kondisi tubuh dimutilasi di Bekasi, Jawa Barat, membuat geger warga sekitar. Dari hasil penyelidikan polisi, pelaku yang berjumlah 3 orang berinisial MAP, FM, dan ER, merupakan orang yang dikenal korban. Pelaku MAP mengaku, istrinya yang sudah meninggal dunia, semasa hidupnya pernah dicabuli korban. Sementara tersangka lainnya FM juga memiliki persoalan dendan dan sakit hati terhadap korban.

Pengemudi Ojek Online di Bekasi Jadi Korban Mutilasi

Warga Kedung Waringin, Bekasi, Jawa Barat, digegerkan dengan penemuan potongan tubuh manusia yang terbungkus dalam kantong plastik di pinggir jalan. Korban diketahui adalah Ridho Suhendra, pengemudi ojek online, warga kampung Buwek, Tambun Selatan, Bekasi. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap kasus ini. Dari hasil penyelidikan, polisi menetapkan 3 pelaku.

Sensasi Pedas ‘ Mi Janda’ Mi Jajanan Orang Sunda

Para pecinta kuliner pedas, harus coba nih ‘Mi Janda’ alias mi jajanan orang sunda. Makanan super pedas ini, menggunakan kerupuk mi yang dipadukan dengan sambal dan aneka topping lainnya. Rasa pedas dipadu kerupuk mi yang kenyal dan banyaknya topping, membuat mi janda menjadi favorit dan pasti bikin kamu ketagihan.

Kumpul di Jalan Remaja Akan Balap Liar

Mendapat laporan warga akan adanya para remaja yang berkumpul dan diduga akan balap liar di wilayah Jakarta Utara, Tim Tiger Polres Metro Jakarta Utara langsung melakukan patroli. Benar saja, saat patroli, polisi mendapati para remaja yang akan balap liar. Dari hasil patroli tersebut, polisi mengamankan dua sepeda motor lantaran tidak dilengkapi dengan surat kendaraan.

Tawuran & Miras Kian Beringas

Tim respon cepat tindak Respatti Polrestabes Surabaya kembali menindak pemuda yang akan melakukan aksi tawuran, di jalan Bronggalan Sawah, Surabaya, Jawa Timur. Polisi mendapati sejumlah pemuda yang melarikan diri saat Tim Respatti datang. Tidak hanya menindak pelaku tawuran, Tim Respatti juga menindak sejumlah pemuda yang tengah asyik pesta miras.

Miras & Geng Motor Resahkan Warga

Nekat galar pesta miras, sejumlah remaja kocar-kacir digerebek Tim Maung Galunggung, hingga masuk permukiman warga di jalan Perintis Kemerdekaan, Tasikmalaya, Jawa Barat. Di lokasi terpisah, polisi juga mengamankan anggota geng motor yang hendak tawuran dan berkendara secara ugal-ugalan.

Deny dan Reni, Kakak Beradik yang Jago ‘Beatbox’

Kakak-adik ini jago bermain musik lewat mulut alias beatbox. Mereka adalah Deny Darmawan dan Reni Febri Yanti. Keduanya melejit karena menyanyikan Yamet Kudasi, itu lho musik yang viral di berbagai media sosial. Sang kakak, Deny, lebih dulu belajar beatbox secara autodidak. Dia akhirnya berbagi keahliannya lewat laman Youtube. Karena sering melihat kakaknya, Reni akhirnya ikutin deh belajar beatbox. Perempuan kini mulai belajar serius di kelas 6 SD. Keduanya akhirnya sepakat untuk membuat konten bersama. Mulai dari tutorial beatbox, duet hingga berduel atau beatbox battle. Kini laman Youtube mereka sudah punya 2 juta lebih subscriber lho sahabat. Keren yaaa!

Aksi Sulap Suhu Imin dan Mahzura

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Begitu kira-kira ungkapan yang tepat untuk Muhammad Mahzura. Bocah ini, mengikuti jejak ayahnya, Abdul Muhaimin alias Suhu Imin, menjadi pesulap. Mahzura mulai belajar sulap sejak usia 4 tahun. Di bawah mentor langsung sang ayah, bakatnya terus diasah. Salah satu hasilnya, Mahzura bisa juara 2 di Thailand Magic Extravaganza tahun 2018. Keren ya, sahabat! Beda dari anaknya, Suhu Imin baru mengenal sulap saat berusia 8 tahun. Ia belajar sulap secara autodidak. Tapi karena serius dan tekadnya, dia membuka sekolah sulap di tahun 2007.

Menari Bersama Ika Tjeong dan Joyce Clarissa

Kompak saat menari? Ini dia ibu dan sang buah hatinya, Ika Tjeong dan Joyce Clarissa. Bagi Ika, menari sudah seperti menjadi bagian hidupnya. Ia jatuh hati pada menari sejak usia 6 tahun. Awalnya balet, sekarang juga menari modern dance dan tarian chinese oriental. Sementara Joyce mulai menari saat berusia 5 tahun. Dia lebih suka menari kekinian, yaitu hiphop dan k-pop.

error: Content is protected !!