Lensa Indonesia RTV- Orang tua kandung Pegi Setiawan alias Perong, tidak terima anaknya dituduh sebagai salah satu pelaku pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon. Menurut orang tuanya, Pegi tidak bersalah. Karena saat kejadian Pegi sedang berada di Bandung. Pegi bekerja sebagai kuli bangunan yang menjadi tulang punggung keluarga, yang membiayai pendidikan untuk kedua adik perempuan. Kartini sebagai ibu kandung dari Pegi, meminta Presiden Jokowi untuk membebaskan anaknya dari semua tuduhan. “Harapan saya Pak Jokowi, dapat membantu keluarga saya yang tidak mampu ini, untuk membebaskan anak saya dari semua tuduhan. Karena Pegi tidak bersalah, Pegi adalah tulang punggung keluarga kami, saya orang tidak punya dan tidak mengerti apa-apa”, ujar Kartini. Presiden Joko Widodo juga memberikan respon terhadap kasus Vina Cirebon untuk segera dituntaskan dengan transparan dan tidak ada yang ditutupi. “Tanyakan pada Kapolri, agar kasus itu betul-betul dikawal dengan transparan dan terbuka semuanya. Tidak ada yang perlu ditutupi, kalau ada,” ujar Jokowi. Sebelumnya Pegi alias Perong dinyatakan sebagai tersangka dan dijerat pasal berlapis pembunuhan berencana dan perlindungan anak dengan ancaman hukuman mati.
Monthly Archives: May 2024
Jaksa Agung: Korupsi Timah Capai Rp 300 Triliun
Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengklaim, kerugian negara akibat kasus dugaan korupsi timah telah mencapai Rp 300 triliun. Kerugian negara itu muncul akibat kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh aktivitas tambang timah ilegal. Dalam kasus ini, Kejagung RI telah menetapkan puluhan orang menjadi tersangka, salah satunya suami artis Sandra Dewi, Harvey Moeis. Pernyataan itu diungkapkan saat keterangan pers, Rabu (29/5). #korupsitimah #kasuskorupsi #kejaksaan #pttimah #harveymoeis #korupsitimah271triliun Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Lensa Indonesia RTV (@lensaindonesiartv)
Sejoli Produksi Uang Rp 400 Juta
Polisi tangkap pasangan VA dan PG, karena terbukti membuat dan mengedarkan uang palsu sejak Januari 2024. Total uang yang sudah diproduksi sebesar Rp 400 juta. Penangkapan berawal dari laporan warga Cimahi yang merasa ditipu pelaku. Kapolres Cimahi, AKBP Aldi Subartono mengatakan, produksi uang palsu itu dilakukan di rumah tersangka kawasan Baros, Cimahi, Jawa Barat. Saat penggeledahan ditemukan printer dan laptop untuk mencetak uang palsu. #uangpalsu #polrescimahi #penipuan #kriminal #rupiah #infocimahi #jabar Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Lensa Indonesia RTV (@lensaindonesiartv)
Aksi Kejar-Kejaran di Tol
Polisi mengejar mobil yang diduga menggunakan pelat nomor palsu di jalan tol. Video pengejaran itu dirilis oleh polisi. Sebelumnya orang yang diduga pemilik mobil tersebut, mempertanyakan alasan mobilnya diminta berhenti petugas. Video itu diunggah di akun media sosial. Polisi meminta pengemudi datang ke kantor Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, dalam waktu 1×24 jam. #polisi #ditlantas #subditgakkum #poldametrojaya #pelatpalsu #nomorpalsu #jalantol #pelanggaranlalulintas #tmcpoldametro #videoviral Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Lensa Indonesia RTV (@lensaindonesiartv)
Pencarian Korban Tanah Longsor di Papua Nugini Terus Dilakukan
Lensa Indonesia RTV – Pencarian korban tanah longsor yang melanda Papua Nugini pada Jumat (24/5/24) masih terus dilakukan hingga hari ini Rabu (29/5/24). Pusat Bencana Nasional Papua Nugini menyebutkan bahwa longsor di Desa Yambali, Provinsi Enga ini mengakibatkan ada lebih dari 2.000 orang tewas. Sebelumnya, pemerintah setempat memperkirakan ada 670 korban tewas dalam peristiwa ini pada Minggu (26/5/24). Proses pencarian pun terasa sulit karena lokasi desa yang terpencil sehingga menyulitkan akses tim bantuan. Ditambah, tanah longsor tersebut juga menimbun jalan raya utama provinsi yang panjangnya 200 meter dan kedalaman 6 hingga 8 meter. Untuk menempuh lokasi Desa Yambali pun tim bantuan harus melewati kawasan perang suku di dataran tinggi terlebih dahulu. Badan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) menyatakan bahwa perang suku tersebut menewaskan delapan orang dan 30 rumah dibakar sehingga tim bantuan harus menghadapi perang suku tersebut sebelum sampai ke lokasi bencana longsor. Sejumlah warga pun saling bekerja sama untuk mencari korban lainnya yang masih tertimbun material longsor. Warga menggunakan kayu dan alat seadanya disebabkan alat bantuan berat sulit masuk ke lokasi bencana. Pejabat Provinsi Enga Sandis Tsaka memperingatkan bahwa longsor bisa semakin parah melihat gumpalan batu kapur, tanah, serta batu yang terus terkikis dari sisi Gunung Mungalo. Oleh karena itu, pemerintah Papua Nugini meminta bantuan internasional untuk menangani, mengevakuasi bencana hingga penanganan pascabencana. Permohonan tersebut disampaikan melalui surat yang diberikan kepada perwakilan PBB di Port Moresby. Hingga kini, Australia, Amerika Serikat, dan China yang siap membantu.
Sidang Korupsi SYL, Keluarga Terlibat?
Lensa Indonesia RTV – Sidang lanjutan kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) digelar Senin (27/5/24). Sidang tersebut hadirkan delapan saksi dan tiga diantaranya adalah anggota keluarga SYL. Tiga anggota keluarga SYL yang terlibat adalah Ayun Sri Harahap selaku istri SYL, Kemal Redindo selaku anak SYL, dan Andi Tenri Bilang (Bibi) selaku cucu SYL. KPK menduga bahwa hasil pemerasan sebesar Rp 44,5 miliar di Kementan digunakan SYL untuk kepentingan pribadi dan keluarga. Oleh karena itu, KPK mendatangkan keluarga SYL untuk meminta konfirmasi terkait dugaan adanya aliran dana yang ketiga saksi tersebut terima dari mantan Mentan tersebut. Lalu, apa saja dakwaan terhadap istri, anak, dan cucu SYL? 1. Rp 111 juta untuk aksesoris dua mobil dinas Putra SYL, Kemal Redindo atau Dindo mengaku bahwa ia pernah meminta Rp 111 juta kepada Kementan untuk aksesoris dua mobil dinasnya, yaitu Toyota Hilux dan Mitsubishi Triton di Makassar. Dindo mengaku bahwa alasan permintaan tersebut ia lontarkan karena dirinya ditawari oleh Kepala Biro Umum Kementan saat itu, Sukim Supandi. “Saudara juga pernah meminta uang sejumlah Rp 111 juta untuk pembayaran aksesori mobil?” tanya Hakim saat sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (27/5/2024). “Iya,” jawab Dindo. 2. Tiket pesawat pulang-pergi Makassar-Jakarta kelas bisnis Dindo mengaku bahwa ia menerima dan menikmati pembayaran tiket pesawat kelas bisnis dari dana Kementan untuk perjalanan Makassar-Jakarta pulang pergi (PP) tersebut. Dindo mengaku bahwa kebiasaan pembayaran tiket oleh Kementan ini bermula saat Biro Umum memintanya untuk memberi laporan ketika hendak pulang ke Jakarta atau pergi ke Makassar. 3. Tas mewah Dior Rp 105 juta Istri mantan Mentan, Ayun Sri Harahap tidak mengakui tas dior yang pernah disita KPK saat dilakukan penggeledahan di rumah dinas (rumdin) SYL. Tas dior seharga Rp 105 juta tersebut ditemui di dalam kamar Ayun, tapi ia mengaku bahwa dirinya berada di Spanyol saat penggeledahan tersebut. “Ibu pernah punya tas Dior? Kami tunjukkan ya. Warna merah, karena ini ditemukannya di penggeledahan ini dan kami cocokkan dengan keterangan saksi yang lain, ada pembelian tas Dior. Ini tas siapa nih, dari rumah ibu?” tanya jaksa saat persidangan. “Bukan, saya tidak pernah punya tas seperti ini,” jawab Ayun. “Tidak pernah?” tanya jaksa. “Tidak pernah,” tekan Ayun. 4. Gaji magang Rp 10 juta sebagai Staf Ahli di Biro Hukum Kementan Dalam persidangan pada Senin, cucu SYL, Andi Tenri Bilang atau Bibi mengaku mendapatkan gaji Rp 4 juta saat magang sebagai staf ahli di Biro Hukum Kementan, “Itu kan staf ahli. Saudara digaji kan?” tanya hakim dalam persidangan. “Setahu saya digaji yang mulia,” jawab Bibi. “Gaji itu di transfer? Saudara terima berapa?” tanya hakim kembali. “Seingat saya 4 jutaan,” jawabnya lagi. Selanjutnya, hakim mengungkit pernyataan dari saksi lainnya, yaitu Rininta Octarini selaku Protokol dan Sekretariat Menteri Pertanian (Mentan) era SYL yang menyebutkan bahwa gaji Bibi yang diterima naik menjadi Rp 10 juta. Namun, Bibi mengaku tidak mengetahui jumlah nominal yang masuk ke rekening pribadinya. Bibi pun mengaku bahwa ia tidak setiap hari datang ke kantor.
Harga Sapi Naik Jelang Idul Adha
Lensa Indonesia RTV – Menjelang Hari Raya Idul Adha, harga sapi di Pasar Wage, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah mengalami kenaikan sekitar Rp 2 juta hingga Rp 5 juta per ekor. “Harganya ini ada kenaikan dikit lah dari hari biasa,” ujar Sujono, salah satu pedagang sapi kepada wartawan. Sujono menyebutkan bahwa kenaikan harga ini mulai terasa setelah Lebaran Maret lalu. Kenaikan harga ini disebabkan tingginya permintaan hewan kurban dan terbatasnya pasokan sapi. Selain itu, Pasar Wage ini merupakan pusat penjualan hewan sapi terbesar di Kabupaten Pati yang dikenal memiliki kualitas sapi jenis pegon, simental, dan limosin yang baik. Ketiga jenis sapi tersebut paling banyak diminati karena memiliki bobot yang besar dan kualitas daging yang baik. Untuk harga kerbau bervariasi, tergantung usia dan bobotnya dikisaran Rp 25 juta sampai Rp 30 juta per ekor. Harga kerbau ini diperkirakan akan terus mengalami kenaikan hingga beberapa hari menjelang Idul Adha.
Suporter Timnas: Mana Liga Putrinya?
“Mana.. mana liga putrinya? Liga putrinya sekarang juga!” Teriakan dan harapan kehadiran liga atau kompetisi dalam negeri, disuarakan suporter timnas putri Indonesia yang hadir di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta , Selasa (28/5) malam. Di pertandingan itu, Indonesia menang 5-1 atas Singapura dalam FIFA Matchday. Ketua Umum PSSI Erick Thohir sempat bicara soal liga sepak bola putri, menurutnya kejuaraan domestic itu baru akan bergulir 2026. Saat ini, PSSI memilih untuk membangun tim nasional lebih dulu. Gimana menurut kamu? #timnasindonesia #timnasday #timnasputri #sepakbolaputri #ligaputri #pssi #erickthohir #fifamatchday Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Lensa Indonesia RTV (@lensaindonesiartv)
Jambret HP Beraksi di Thamrin
Pelaku jambret handphone yang beraksi di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, ditangkap polisi. Terlihat dari rekaman kamera pengawas atau CCTV, pelaku berinisial RF (30) melakukan aksi jambret seorang perempuan yang sedang berada di halte. Setelah ditangkap, RF mengakui perbuatan dan meminta maaf ke keluarga dan juga korban. #pelakupenjambretan #aksijambretdithamrin #kriminal #jambretponsel #cctv #polsekmenteng Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Lensa Indonesia RTV (@lensaindonesiartv)
Polisi Gagalkan Pengiriman Tenaga Kerja Ilegal
Lensa Indonesia RTV- 18 tenaga kerja nonprosedural diamankan pihak kepolisian Polres Sikka, Nusa Tenggara Timur. 18 tenaga kerja ilegal ini diamankan oleh pihak Kepolisian dari rumah warga yang dijadikan sebagai tempat penampungan, di desa Kokowahor, Kecamatan Kangai, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Rencananya, mereka akan diberangkatkan menuju sebuah perusahaan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Mereka dijanjikan dengan upah borongan serta kebutuhan sembakonya saat bekerja. 18 orang ini diduga menjadi korban perdagangan orang dan 5 diantaranya masih di bawah umur. Di tempat yang sama, Polisi juga mengamankan tersangka pelaku berinsial L, yang menjadi perekrut calon tenaga kerja ilegal. Polisi mengamankan barang bukti dari tangan tersangka berupa 20 tiket pesawat, 1 unit ponsel, dan 1 kartu ATM. Kompol Ruliyanto J.P. Pahroen selaku Wakapolres Sikka memberikan pernyataannya terhadap kasus tenaga kerja ilegal ini. “Saat dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan, ditemukan terduga pelaku ini tidak dilengkapi oleh dokumen perekrutan calon tenaga kerja dan pelaku berinisial L, memberikan keterangan telah melakukan perekrutan,” ujar Ruliyanto. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat undang-undang pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara.
