Ribuan Jemaah Padati Masjidil Haram untuk Tawaf Ifadah

Masjidil Haram dipenuhi ribuan jemaah haji dari berbagai penjuru dunia yang datang untuk menunaikan tawaf ifadah. Ibadah ini menjadi salah satu rukun haji sekaligus bagian penting dalam rangkaian akhir pelaksanaan ibadah haji setelah menjalani wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan lempar jumrah di Mina. #jemaahhaji #infohaji #hajiindonesia #haji2026

Jangan Masukkan Air Zamzam ke dalam Koper

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Tak terasa fase kepulangan gelombang pertama, jemaah haji Indonesia sudah di depan mata. Sebanyak 17 kelompok terbang (Kloter) akan kembali ke tanah air, mulai Minggu 31 Mein2026. Ke-17 kloter dari berbagai embarkasi ini, akan diterbangkan ke tanahnair, melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah. Direncanakan sebanyak 7 kloter akan tiba di Indonesia pada Senin 1 Juni 2026. Terkait kepulangan jamaah haji ke Tanah Air, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI telah membuat beberapa ketentuan mengenai barang bawaan, seperti dalam unggahan di Instagram @kemenhaj.ri pada Sabtu 30 Mei 2026. Dua maskapai yang mengangkut jamaah haji, yaitu Garuda Indonesia dan Saudia Airlines, hanya akan mengangkut barang bawaan sesuai ketentuan. Yaitu, tas paspor, koper kabin, dan koper bagasi sesuai standar yang diberikan dan berlogo maskapai penerbangan yang dipergunakan jamaah. Kapasitas bobot maksimal koper kabin seberat 7 kilogram dan koper bagasi 32 kilogram. Selain itu, Kemenhaj RI menegaskan bahwa jamaah haji tidak boleh memasukkan air zamzam ke koper. “Jamaah haji akan mendapat 5 liter air zamzam yang akan dibagikan saat tiba di Asrama Haji Debarkasi,” tulis unggahan Kemenhaj RI. Ketentuan ini juga merujuk pada larangan yang dikeluarkan oleh GACA atau General Authority of Civil Aviation atau otoritas penerbangan sipil Arab Saudi. Disebutkan pula bahwa pemeriksaan koper bagasi akan menggunakan X-ray Multiview yang dapat mendeteksi berang-barang yang dilarang, termasuk air zamzam. Apalagi ditemukan barang yang dilarang dalam koper, maka barang itu akan dikeluarkan dari koper. Selain itu, Kemenhaj RI juga mengingatkan tentang sejumlah barang yang dilarang untuk dibawa ke dalam bagasi maupun kabin. Antara lain, barang yang mudah terbakar atau meledak, senjata api atau senjata tajam, gas, aerosol, dan cairan melebihi 100 ml, serta uang tunai lebih Rp100 juta atau SAR25.000. MCH 2026, Dian Palupi, RTV.

Pemulangan Jemaah Haji Indonesia Dimulai 1 Juni

Kementerian Haji dan Umrah akan mulai memulangkan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air pada 1 Juni 2026. Gelombang pertama pemulangan akan diawali oleh kloter-kloter yang berangkat lebih awal dari Indonesia dan diberangkatkan melalui Bandara Jeddah. Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, memastikan seluruh proses pemulangan telah dipersiapkan secara bertahap, mulai dari jadwal penerbangan, transportasi jemaah, hingga koordinasi layanan di bandara. Diharapkan proses kepulangan jemaah dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. #jemaahhaji #infohaji #hajiindonesia #haji2026

Indonesia Siapkan Evaluasi Sekaligus Pembahasan dengan Saudi Terkait Haji 2027

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Kementerian Haji dan Umrah mulai mengumpulkan catatan dan permasalahan yang selama penyelenggaraan haji tahun 2026. Berbagai permasalahan yang ditemui dan berbagai masukan dari jemaah, petugas, maupun pemangku kepentingan lainnya akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan pada musim haji mendatang. Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf Hasyim mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang memerlukan penyempurnaan, terutama yang berkaitan dengan layanan selama fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Evaluasi mencakup berbagai aspek, mulai dari tata kelola layanan syarikah, pengaturan pergerakan jemaah, layanan di tenda Arafah dan Mina, hingga pelaksanaan mabit di Muzdalifah. “Kami meminta seluruh jajaran untuk terus melakukan perbaikan. Setiap catatan yang muncul selama penyelenggaraan tahun ini akan menjadi bahan pembelajaran agar layanan kepada jemaah semakin baik pada tahun-tahun mendatang,” ujarnya. Irfan menjelaskan, pembahasan teknis hasil evaluasi akan dilakukan oleh direktorat terkait setelah operasional haji memasuki fase akhir. Hasil evaluasi akan menjadi dasar dalam menyusun strategi dan kebijakan penyelenggaraan haji tahun 2027. Sementara itu, Pemerintah juga mulai menyusun langkah awal penyelenggaraan ibadah haji 1448 Hijriah atau 2027 Masehi. Penyusunan langkah awal penyelenggaraan haji ini disusun setelah memperoleh paparan awal dari Pemerintah Arab Saudi, terkait jadwal dan kerangka pelaksanaan musim haji tahun 2027. Irfan menambahkan, dalam pertemuan dengan pemerintah Arab Saudi ini menjadi penanda dimulainya tahapan persiapan haji tahun depan. Dalam kesempatan itu, pemerintah Saudi memaparkan sejumlah ketentuan umum, jadwal pelaksanaan, serta tenggat waktu yang harus dipenuhi negara-negara pengirim jemaah. “Arab Saudi sudah menyampaikan gambaran awal terkait penyelenggaraan haji tahun depan, termasuk tahapan dan timeline yang harus menjadi perhatian seluruh negara peserta haji,” ujar Gus Irfan. Kementerian Haji dan Umrah berjanji akan segera menindaklanjuti informasi dari Pemerintah Arab Saudi ini bersama DPR RI, agar berbagai kebutuhan penyelenggaraan haji 2027 dapat dipersiapkan lebih dini. Gus Irfan menambahkan, pengalaman pada musim haji tahun ini menunjukkan bahwa perencanaan yang dilakukan sejak awal memberikan dampak positif terhadap kelancaran operasional dan kualitas layanan bagi jemaah. Oleh karena itu, pemerintah tidak ingin menunggu hingga seluruh rangkaian operasional haji 2026 berakhir untuk memulai persiapan tahun berikutnya. Irfan menilai, pelajaran penting dari penyelenggaraan haji 2026 adalah pentingnya sinkronisasi yang lebih cepat antara pemerintah, penyedia layanan, dan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam operasional haji. Persiapan yang dilakukan lebih awal dinilai mampu membantu proses pengadaan layanan, penempatan petugas, penyusunan skema transportasi, hingga pengelolaan akomodasi dan konsumsi jemaah secara lebih terukur. MCH 2026, Dian Palupi, RTV.

PPIH Siapkan Skema Pemulangan Jemaah Haji ke Indonesia

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiapkan skema kepulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi ke Tanah Air. Irjen Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Mayjen TNI (Purn) Dendi Suryadi, mengatakan proses pemulangan jemaah akan mengikuti jadwal keberangkatan kloter dari Indonesia. Kloter yang berangkat lebih awal dijadwalkan pulang terlebih dahulu. Dedi menambahkan, jadwal kepulangan menjadi dasar penyusunan seluruh skema pemulangan jemaah, mulai dari penentuan penerbangan, pergerakan bus menuju bandara, hingga kesiapan hotel.

Pelaksanaan Armuzna Berjalan Lancar, Petugas Jangan Cepat Berpuas Diri

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Pelaksanaan puncak ibadah haji si Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) tahun ini dinilai cukup lancar, walaupun masih ada beberapa kekurangan. Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Mayjen TNI (Purn) Dendi Suryadi menilai, pelaksanaan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) tahun ini secara umum berjalan lancar. Dendi menambahkan, salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan haji tahun ini terlihat dari kelancaran pergerakan jemaah pada fase puncak ibadah. Mulai dari pemberangkatan dari hotel di Makkah menuju Arafah serta perpindahan ke Muzdalifah dan Mina. “Secara umum, walaupun ada hambatan-hambatan sedikit, kita sudah bisa melaksanakan pelayanan ibadah ritual dengan baik, khususnya pergeseran jemaah dari hotel-hotel di Makkah menuju Arafah, kemudian ke Muzdalifah dan Mina,” kata Dendi kepada tim Media Center Haji (MCH) di Jamarat, Mina. Ia menjelaskan, saat ini penyelenggaraan ibadah haji tengah memasuki fase akhir operasional Armuzna. Jemaah yang mengambil nafar awal sebagian besar telah meninggalkan Mina sejak Jumat (29/5/2026). Sementara jemaah nafar tsani dijadwalkan menyelesaikan rangkaian mabit pada Sabtu (30/5/2026). Dendi berharap seluruh jemaah yang mengambil nafar tsani dapat terangkut keluar dari Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah setelah waktu dzuhur. Meski mengakui masih terdapat sejumlah keluhan dari jemaah, Dendi menegaskan, masalah yang muncul bersifat minor dan tidak mengganggu jalannya penyelenggaraan ibadah secara keseluruhan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang turut mendukung kelancaran operasional haji, mulai dari petugas haji, DPR, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Arab Saudi, hingga Pemerintah Arab Saudi, khususnya Kementerian Haji dan Umrah. “Kami banyak dibantu oleh berbagai pihak sehingga tugas-tugas pelayanan kepada jemaah dapat berjalan dengan baik,” katanya. Dendi pun mengingatkan seluruh petugas agar tidak cepat berpuas diri meskipun pelaksanaan puncak haji tahun ini mendapat banyak apresiasi. Menurutnya, tugas penyelenggaraan haji baru benar-benar selesai setelah seluruh jemaah kembali ke Tanah Air. MCH 2026, Dian Palupi, RTV.

Suasana Jamarat di Hari Ketiga Tasyrik

Suasana di kawasan Jamarat, Mina, terlihat lebih lengang pada hari ketiga atau hari terakhir lempar jumrah di hari-hari tasyrik. Sebagian besar jemaah haji dari berbagai negara, terutama yang memilih nafar tsani, telah menyelesaikan prosesi lempar jumrah pada Jumat malam hingga dini hari tadi. Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi masih memberikan kesempatan bagi jemaah yang belum menuntaskan lempar jumrah terakhir hingga pukul 12.00 waktu Arab Saudi pada Sabtu, 30 Mei 2026. Setelah itu, rangkaian ibadah di Mina resmi berakhir dan jemaah melanjutkan tahapan akhir ibadah haji di Makkah. #jemaahhaji #infohaji #hajiindonesia #puncakhaji #haji2026

Jemaah Haji Indonesia Mulai Tinggalkan Mina Menuju Makkah

Ribuan jemaah haji Indonesia mulai meninggalkan kawasan Mina menuju Makkah setelah menyelesaikan rangkaian lontar jumrah pada 12 Zulhijah. Tercatat lebih dari 137 ribu jemaah memilih mengikuti nafar awal, yaitu kembali ke Makkah lebih awal setelah menuntaskan kewajiban lempar jumrah pada hari kedua tasyrik. Setibanya di Makkah, jemaah akan melanjutkan rangkaian akhir ibadah haji, termasuk menyelesaikan tawaf ifadah dan ibadah lainnya sebelum bersiap kembali ke tanah air. Proses pergerakan jemaah dari Mina ke Makkah berlangsung secara bertahap dengan pengawalan petugas untuk memastikan perjalanan berjalan aman dan lancar. #jemaahhaji #infohaji #hajiindonesia #puncakhaji #haji2026

Wamenhaj Pantau Jemaah Haji Lempar Jumrah

Malam hingga dini hari waktu Arab Saudi menjadi waktu yang paling disarankan bagi jemaah haji Indonesia untuk melaksanakan lempar jumrah di Mina. Selain suhu yang lebih sejuk, kondisi di area Jamarat juga relatif lebih terkendali dan tidak terlalu padat sehingga jemaah dapat beribadah dengan lebih nyaman dan aman. Di hari-hari akhir pelaksanaan lempar jumrah, seluruh petugas haji Indonesia dari berbagai satuan tugas terus siaga dan menyebar di berbagai titik untuk memantau serta membantu jemaah. #jemaahhaji #infohaji #hajiindonesia #puncakhaji #haji2026

[UPDATE HAJI] Jemaah Haji Indonesia Lempar Jumrah di Malam Hari

Sahabat RTV, pelaksanaan lontar jumrah memasuki hari ketiga Tasyrik atau 12 Zulhijah berlangsung di tengah cuaca ekstrem yang melanda Tanah Suci. Suhu udara di sekitar Kota Makkah dan kawasan Mina pada siang hari bahkan dilaporkan dapat mencapai hampir 50 derajat Celsius. Kondisi tersebut membuat sebagian besar jemaah haji Indonesia memilih melaksanakan ritual wajib melontar jumrah pada dini hari hingga menjelang Subuh. Waktu tersebut dinilai lebih aman karena suhu udara masih relatif sejuk dibandingkan siang hari. Selain itu, kepadatan jemaah di area Jamarat juga cenderung lebih terkendali sehingga memudahkan proses ibadah. Pada hari ketiga Tasyrik, jutaan jemaah dari berbagai negara kembali memadati kompleks Jamarat untuk melaksanakan lontar tiga jumrah, yakni Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah. Meski demikian, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah terus mengingatkan jemaah agar memperhatikan kondisi kesehatan dan tidak memaksakan diri beribadah pada waktu yang berisiko tinggi. Hindari Lontar Jumrah Saat Cuaca Paling Panas Kementerian Haji dan Umrah secara khusus mengarahkan jemaah Indonesia untuk melaksanakan lontar jumrah pada rentang waktu yang lebih aman, yakni mulai pukul 17.00 sore hingga pukul 10.00 pagi waktu Arab Saudi. Sebaliknya, jemaah diminta menghindari aktivitas lontar jumrah pada pukul 10.00 hingga 14.00 waktu setempat. Pada rentang waktu tersebut, suhu udara berada pada titik tertinggi dan berpotensi memicu gangguan kesehatan seperti dehidrasi, kelelahan berat, hingga heat stroke. Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan, turut meninjau langsung pelaksanaan lontar jumrah sekaligus memantau kesiapan petugas di lapangan. Dalam kesempatan tersebut, ia kembali mengingatkan jemaah agar tidak memaksakan diri apabila kondisi fisik tidak memungkinkan. Menurutnya, keselamatan dan kesehatan jemaah harus menjadi prioritas utama selama menjalankan rangkaian ibadah haji. Jemaah yang merasa kelelahan atau memiliki kondisi kesehatan tertentu disarankan menyesuaikan waktu lontar jumrah atau meminta pendampingan dari petugas. Tim Reaksi Cepat Disiagakan di Mina Sahabat RTV, untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama fase Mina, Kementerian Agama juga membentuk Mobile Crisis Rescue (MCR) atau tim reaksi cepat yang disebar di sejumlah titik strategis. Tim ini bertugas menangani berbagai persoalan yang kerap muncul selama pelaksanaan lontar jumrah, mulai dari jemaah tersesat, dehidrasi, kelelahan, hingga kasus heat stroke yang memerlukan penanganan segera. Selain memberikan pertolongan pertama, tim MCR juga membantu mengurai kepadatan jemaah di jalur menuju Jamarat agar pergerakan jemaah tetap lancar dan aman. Petugas kesehatan dan layanan perlindungan jemaah turut diperkuat selama hari-hari Tasyrik, yakni pada 11 hingga 13 Zulhijah. Langkah ini dilakukan mengingat fase Mina merupakan salah satu tahapan ibadah haji dengan tingkat mobilitas dan kepadatan tertinggi. Jemaah Diimbau Terus Jaga Kondisi Fisik Di tengah cuaca panas yang masih melanda Arab Saudi, jemaah haji Indonesia kembali diimbau untuk memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan payung atau pelindung kepala saat beraktivitas, serta mengurangi kegiatan yang tidak terlalu penting di luar tenda. Pemerintah berharap seluruh jemaah dapat menyelesaikan rangkaian lontar jumrah dengan lancar dan tetap dalam kondisi sehat hingga tahapan akhir ibadah haji. Dengan disiplin mengikuti arahan petugas dan memperhatikan kondisi tubuh, risiko gangguan kesehatan selama pelaksanaan ibadah dapat diminimalkan. Puncak kepadatan di Mina diperkirakan masih akan berlangsung hingga berakhirnya hari-hari Tasyrik. Karena itu, koordinasi antara petugas haji Indonesia dan otoritas Arab Saudi terus diperkuat guna memastikan seluruh jemaah dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk.

error: Content is protected !!