Persiapan Dapur Katering Jemaah Haji di Makkah

Sahabat RTV, persiapan penyambutan jemaah calon haji Indonesia di Makkah terus dimatangkan, termasuk dari sisi konsumsi. Perusahaan katering yang ditunjuk untuk menyediakan makanan bagi jemaah kini telah memastikan seluruh dapur umum siap beroperasi menjelang kedatangan jemaah gelombang pertama dari Madinah. Kesiapan ini menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran ibadah haji, mengingat kebutuhan konsumsi yang harus terpenuhi setiap hari. Selama musim haji, proses pengolahan makanan akan ditangani oleh satu juru masak utama yang didampingi empat wakilnya. Tim ini bertanggung jawab dalam menyusun menu sekaligus memastikan kualitas masakan tetap terjaga. Kepala Daerah Kerja Makkah, Ihsan Faisal, menegaskan bahwa jemaah Indonesia tidak perlu khawatir terkait konsumsi. Pemerintah telah menyiapkan makanan yang akan diberikan sebanyak tiga kali sehari. Menu yang disajikan pun telah dirancang oleh para ahli dengan memperhatikan keseimbangan gizi serta kebutuhan energi jemaah selama menjalankan ibadah. Sahabat RTV, tidak hanya soal jumlah dan jadwal makan, kualitas rasa juga menjadi perhatian utama. Menu yang disajikan akan disesuaikan dengan cita rasa khas Indonesia, sehingga lebih familiar di lidah jemaah. Bahkan, bumbu-bumbu masakan didatangkan langsung dari Tanah Air agar rasa yang dihasilkan tetap autentik seperti masakan rumah sendiri. Selain itu, standar kebersihan dan keamanan makanan juga dijaga dengan ketat. Seluruh proses pengolahan dilakukan sesuai prosedur higienis untuk memastikan makanan aman dikonsumsi. Hal ini penting agar kondisi kesehatan jemaah tetap terjaga selama berada di Tanah Suci. Dengan sajian makanan yang lezat, bergizi, dan higienis, diharapkan jemaah calon haji Indonesia dapat tetap menjaga stamina selama menjalankan rangkaian ibadah. Kehadiran menu bercita rasa Nusantara ini juga diharapkan dapat mengurangi rasa rindu terhadap kampung halaman, sehingga jemaah dapat lebih fokus dan khusyuk dalam beribadah di Makkah.

Skema Baru Pelayanan Klinik Kesehatan Haji Indonesia

Sahabat RTV, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Makkah dipastikan siap memberikan pelayanan kesehatan bagi jemaah calon haji Indonesia yang akan segera tiba di Tanah Suci. Dengan fasilitas yang lengkap dan layanan selama 24 jam, KKHI menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan jemaah, khususnya bagi lansia dan mereka yang memiliki risiko kesehatan tinggi. Tahun ini, KKHI menghadirkan skema layanan baru yang berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya. Jika sebelumnya tersedia layanan rawat inap, kini pelayanan difokuskan pada sistem rawat jalan selama 24 jam. Konsep ini mengadopsi model urgent care center (UCC), yang mengutamakan penanganan cepat dan efektif tanpa harus menjalani perawatan inap. Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Makkah, dr. Edi Supriyatna, menjelaskan bahwa perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan. KKHI di Makkah berperan sebagai UCC level dua, sementara klinik di sektor menjadi UCC level tiga. Perbedaan utamanya, fasilitas di KKHI dilengkapi dengan layanan radiologi dan laboratorium yang tidak tersedia di klinik sektor. Sahabat RTV, selain KKHI, terdapat pula 47 klinik satelit yang tersebar di berbagai sektor pelayanan di Makkah. Klinik-klinik ini menjadi perpanjangan tangan layanan kesehatan bagi jemaah di lokasi yang lebih dekat dengan tempat tinggal mereka. Tak hanya itu, saat puncak ibadah haji berlangsung, juga akan dioperasikan klinik khusus di kawasan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) untuk memastikan pelayanan tetap optimal di lokasi-lokasi utama ibadah. Untuk mendukung operasional tersebut, total 122 tenaga kesehatan dikerahkan di daerah kerja Makkah. Sebanyak 54 personel bertugas di KKHI, sementara 68 lainnya disebar di berbagai sektor. Dengan jumlah tersebut, diharapkan pelayanan kesehatan dapat menjangkau seluruh jemaah secara maksimal. KKHI juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas medis penunjang seperti laboratorium, unit radiologi, serta farmasi yang memadai. Namun, jika terdapat jemaah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut atau dalam kondisi darurat, maka akan segera dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi agar mendapatkan penanganan intensif. Dengan kesiapan ini, KKHI menargetkan dapat melayani hingga 200 ribu jemaah haji Indonesia selama berada di Makkah. Diharapkan, seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan kondisi kesehatan yang terjaga, sehingga ibadah haji dapat berlangsung lancar dan khusyuk.

Waduh! Bus Jamaah Calon Haji Indonesia Kecelakaan di Madinah

Sahabat RTV, kabar kurang menyenangkan datang dari Arab Saudi. Dua bus yang mengangkut rombongan jemaah calon haji Indonesia dilaporkan mengalami kecelakaan di Madinah. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, meski sejumlah jemaah mengalami luka ringan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan tersebut melibatkan dua bus yang tengah membawa jemaah saat kegiatan city tour di Madinah. Video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi kedua bus yang mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan. Dalam narasi yang beredar, bus tersebut sebelumnya membawa jemaah yang baru kembali dari kawasan wisata Jabal Magnet. Sahabat RTV, dua bus tersebut diketahui mengangkut jemaah dari kloter dua Surabaya dan kloter satu Jakarta Bekasi. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, tercatat sebanyak 10 jemaah mengalami luka ringan. Dari jumlah tersebut, sembilan orang telah diperbolehkan kembali ke hotel setelah mendapatkan penanganan medis, sementara satu jemaah berusia sekitar 60 tahun masih menjalani observasi di rumah sakit. Menanggapi kejadian ini, Kementerian Haji dan Umrah bergerak cepat untuk memastikan kondisi para jemaah serta melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang berlangsung. Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa aktivitas city tour tersebut bukan bagian dari agenda resmi ibadah haji, melainkan kegiatan yang diselenggarakan oleh kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah (KBIHU) masing-masing. Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah, Moh. Hasan Afandi, menegaskan pentingnya koordinasi antara KBIHU dengan petugas resmi pemerintah. Ia juga mengingatkan agar seluruh pihak mematuhi ketentuan yang berlaku demi keselamatan jemaah. Dalam keterangannya, pihak kementerian menekankan beberapa hal penting, di antaranya kewajiban KBIHU untuk selalu berkoordinasi dengan petugas resmi, mematuhi seluruh aturan, serta mengutamakan keselamatan jemaah di atas segalanya. Selain itu, KBIHU juga diingatkan untuk tidak menawarkan paket wisata di luar kepentingan ibadah haji, serta tidak melakukan pungutan tambahan kepada jemaah. Sahabat RTV, pemerintah juga memberikan peringatan tegas bahwa jika masih ditemukan pelanggaran, terutama yang berpotensi membahayakan keselamatan jemaah, maka izin operasional KBIHU yang bersangkutan dapat dicabut. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen dalam menjaga keamanan dan kenyamanan jemaah haji Indonesia selama berada di Tanah Suci. Dengan adanya kejadian ini, diharapkan seluruh pihak dapat lebih berhati-hati dan disiplin dalam menjalankan kegiatan selama ibadah haji berlangsung, sehingga keselamatan jemaah tetap menjadi prioritas utama.

Mengintip Hunian Sementara (Huntara) di Senen, Jakarta Pusat

Sahabat RTV, proses pembangunan hunian sementara atau huntara bagi warga bantaran rel di kawasan Stasiun Senen terus dikebut. Proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menyediakan tempat tinggal yang lebih layak bagi warga terdampak penataan kawasan rel kereta. Saat ini, pembangunan huntara sudah memasuki tahap akhir. Dari total 324 unit yang direncanakan, sebagian besar unit telah berdiri dan siap memasuki proses finishing. Setiap unit hunian dirancang dengan ukuran sekitar 4 x 4 meter, cukup untuk menampung kebutuhan dasar satu keluarga. Di dalam unit huntara, sahabat RTV sudah tersedia dua tempat tidur yang siap digunakan. Dari segi konstruksi, bagian dalam dinding menggunakan material gypsum, sementara bagian luar dilapisi GRC yang lebih kuat dan tahan terhadap cuaca. Untuk atap, digunakan material seng yang dilengkapi plafon agar suhu di dalam ruangan tetap lebih nyaman. Sirkulasi udara juga menjadi perhatian dalam pembangunan ini. Setiap unit dilengkapi jendela serta kipas angin untuk menjaga kenyamanan penghuni, terutama di tengah cuaca panas. Meski bersifat sementara, fasilitas yang disediakan diupayakan tetap layak dan manusiawi bagi para warga yang akan menempatinya. Sahabat RTV, untuk fasilitas pendukung seperti kamar mandi dan dapur tidak berada di dalam unit, melainkan disediakan secara komunal di area luar. Konsep ini memungkinkan penggunaan bersama antarwarga, sekaligus mengoptimalkan penggunaan lahan yang tersedia. Sementara itu, proses pembangunan saat ini difokuskan pada tahap penyelesaian akhir. Beberapa pekerjaan yang masih dilakukan antara lain penyempurnaan saluran air, penataan taman, serta pembangunan selasar yang akan memudahkan akses antarunit. Seluruh tahapan ini ditargetkan rampung pada Juni mendatang. Dengan hampir selesainya pembangunan huntara ini, diharapkan warga terdampak dapat segera menempati hunian yang lebih layak. Selain memberikan tempat tinggal sementara, proyek ini juga menjadi langkah awal dalam penataan kawasan agar lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat sekitar.

Proteksi Tambahan pada Masa Puncak Haji

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Kabar baik bagi Jamaah Calon Haji 2026, pada masa puncak Haji mendatang. Kepala Seksi Kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH 2026) Daker Makkah, dr Edi Supriyatna menegaskan, Pemerintah Arab Saudi mengumkan adanya perluasan perlindungan dalam asuransinya saat masa punvak haji. Perluasan perlindungan ini mencakup proteksi jika jemaah haji mengalami kram panas (heat cramps), kelelahan akibat panas (heat exhaustion), dan serangan panas (heat stroke). Edi menambahkan, perluasan perlindungan ini, berlaku pada masa Puncak Haji, yakni mulai 8 Dzulhijah hingga 13 Dzulhijah. “Kalau itu terjadi diagnosa tersebut, kejadian tersebut bisa diklaim asuransinya. Namun, kalau [sakit terjadi] sebelum tanggal 8 [Dzulhijjah] dan setelah tanggal 13 [Dzulhijjah], jemaah haji harus mengeluarkan biaya sendiri [untuk pengobatannya], tidak bisa diklaim asuransi,” ujar Edi Heat cramps adalah kram otot yang menyakitkan saat cuaca panas, akibat hilangnya cairan dan elektrolit (garam) melalui keringat saat cuaca panas. Umumnya kram panas terjadi pada otot perut, betis, atau tangan. Heat exhaustion adalah kelelahan ekstrem yang muncul karena tubuh terpapar suhu tinggi dan dehidrasi. Gejalanya bisa berupa keringat berlebih, mual, hingga detak jantung cepat. Sementara itu, heat stroke adalah kondisi suhu tubuh meningkat drastis akibat paparan panas ekstrem, suhu tubuh bisa mencapai 40 derajat celcius. Gagalnya mekanisme pengaturan suhu tubuh itu bisa berakibat fatal jika tidak segera mendapatkan pertolongan pertama. Dari Makkah, Arab Saudi, Dian Palupi, RTV

Stasiun Bekasi Timur Kembali Beroperasi Pascainsiden Maut

Sahabat RTV, operasional kereta di Stasiun Bekasi Timur akhirnya kembali dibuka setelah sempat lumpuh akibat insiden tabrakan maut antara KRL Commuter Line dan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek. Pembukaan kembali ini dilakukan pada Rabu, 29 April 2026, sekitar pukul 13.59 WIB, ditandai dengan melintasnya kereta pertama, yakni Commuter Line relasi Kampung Bandan–Cikarang. Kembalinya operasional ini menjadi angin segar bagi para pengguna transportasi kereta, khususnya di jalur Bekasi. Meski demikian, sejumlah penyesuaian masih diberlakukan demi menjaga keselamatan perjalanan. Salah satunya adalah pembatasan kecepatan kereta yang melintas di area stasiun, yakni maksimal hanya 30 km per jam. Kebijakan ini diambil setelah melalui serangkaian uji coba dan evaluasi operasional sejak pagi hari. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan bahwa jalur rel sudah aman dilintasi serta memenuhi standar keselamatan bagi penumpang. Sahabat RTV, meski operasional sudah kembali berjalan, suasana di sekitar stasiun masih menyisakan dampak dari kecelakaan sebelumnya. Beberapa bagian rangkaian kereta yang terlibat insiden masih terlihat berada di pinggir rel dan belum sepenuhnya dipindahkan. Selain itu, petugas juga masih terus melakukan perbaikan di area peron untuk memulihkan kondisi stasiun secara optimal. Di sisi lain, kekhawatiran masih dirasakan oleh sebagian penumpang, terutama perempuan. Beberapa di antaranya mengaku waswas untuk kembali menaiki gerbong terakhir atau gerbong khusus wanita, mengingat gerbong tersebut menjadi titik terdampak paling parah dalam insiden sebelumnya. Meski begitu, pihak PT Kereta Api Indonesia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir untuk kembali menggunakan layanan kereta. Seluruh proses uji coba dan evaluasi telah dilakukan sesuai prosedur, sehingga jalur yang kini dioperasikan dipastikan telah memenuhi standar keselamatan. Dengan kembalinya operasional ini, diharapkan aktivitas masyarakat yang bergantung pada transportasi kereta dapat kembali normal. Namun, proses pemulihan masih terus berjalan, dan petugas tetap bersiaga untuk memastikan keamanan serta kenyamanan perjalanan bagi seluruh penumpang.

Bus Khusus Disiapkan untuk Jemaah Haji Berkursi Roda

Sahabat RTV, pemerintah terus berkomitmen mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji yang inklusif melalui konsep haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan. Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah dengan menghadirkan layanan transportasi khusus di Makkah guna mempermudah mobilitas jemaah berkebutuhan khusus selama menjalankan ibadah. Sebanyak 52 unit bus khusus telah disiagakan untuk melayani jemaah lansia dan pengguna kursi roda. Armada ini dirancang dengan bodi yang lebih rendah sehingga memudahkan akses naik dan turun penumpang, serta memiliki kapasitas terbatas agar perjalanan terasa lebih nyaman dan tidak terlalu padat. Kehadiran bus ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi jemaah yang membutuhkan perhatian ekstra, terutama saat hendak menuju Masjidil Haram. Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman, menjelaskan bahwa armada bus khusus ini dioperasikan menggunakan sistem permintaan atau by request. Artinya, bus akan bergerak ketika ada kebutuhan dari jemaah, sehingga lebih fleksibel dan tepat sasaran. Sistem ini juga dinilai lebih efektif dalam mengatur pergerakan, mengingat kondisi di Makkah yang sangat dinamis selama musim haji. Sahabat RTV, layanan ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam memastikan seluruh jemaah, tanpa terkecuali, dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman. Dengan fasilitas yang lebih ramah akses, jemaah lansia dan penyandang disabilitas tidak perlu khawatir mengalami kesulitan mobilitas, terutama saat menjalani rangkaian ibadah yang cukup padat. Diharapkan dengan adanya dukungan transportasi khusus ini, seluruh jemaah Indonesia dapat merasakan pelayanan yang merata dan optimal. Sehingga, fokus utama mereka tetap pada pelaksanaan ibadah dengan khusyuk tanpa terganggu kendala akses atau mobilitas di Tanah Suci.

452 Armada Bus Shalawat Siap Sambut Jemaah Calon Haji

Sahabat RTV, suasana di Makkah mulai dipersiapkan secara matang untuk menyambut kedatangan jemaah calon haji Indonesia. Salah satu fasilitas penting yang disiapkan adalah armada bus shalawat yang nantinya akan menjadi transportasi utama jemaah selama berada di Tanah Suci. Sebanyak 452 armada bus shalawat telah disiagakan untuk melayani mobilitas jemaah selama 24 jam penuh tanpa henti. Bus-bus ini akan mengantar dan menjemput jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram dan sebaliknya. Kehadiran bus shalawat menjadi solusi penting untuk memudahkan jemaah menjalankan ibadah tanpa harus berjalan kaki dalam jarak yang jauh. Demi memastikan keamanan dan kenyamanan, seluruh armada yang digunakan telah memiliki sertifikasi layak jalan dengan usia kendaraan di bawah lima tahun. Hal ini dilakukan untuk menjamin kondisi kendaraan tetap prima selama digunakan, mengingat tingginya intensitas operasional selama musim haji. Sahabat RTV, ratusan bus ini akan melayani sebanyak 21 rute yang tersebar di lima wilayah utama akomodasi jemaah Indonesia, yaitu Syisyah, Raudhah, Jarwal, Aziziyah, dan Misfalah. Seluruh rute tersebut akan terpusat di tiga terminal utama yang berada di sekitar Masjidil Haram, yakni Terminal Syib Amir, Terminal Jabal Ka’bah, dan Terminal Jiyad Ajyad. Untuk memudahkan jemaah Indonesia, setiap rute bus dilengkapi dengan nomor rute serta penanda berupa stiker warna yang berbeda. Sistem ini dirancang agar jemaah tidak kebingungan atau salah naik bus saat hendak menuju tujuan mereka. Dengan sistem yang terorganisir ini, diharapkan arus pergerakan jemaah dapat berjalan lebih tertib dan efisien. Tak hanya itu, pemerintah juga menyediakan layanan city bus khusus bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas. Berbeda dengan bus reguler, layanan ini menggunakan sistem “jemput bola”, di mana bus akan bergerak sesuai dengan permintaan. Dengan adanya fasilitas ini, jemaah yang membutuhkan perhatian khusus tetap dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman dan aman. Dengan berbagai persiapan transportasi ini, diharapkan seluruh jemaah haji Indonesia dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan lancar, tanpa terkendala masalah mobilitas di kawasan Makkah yang padat selama musim haji.

Mau Mancing Ikan, Eh Malah Dapat Buaya

Sahabat RTV, suasana santai di sebuah tempat pemancingan di kawasan Cibeber, Cimahi, Jawa Barat, mendadak berubah jadi heboh. Bukan karena ada yang berhasil mendapatkan ikan besar, melainkan karena seekor anak buaya yang tiba-tiba tersangkut di kail pancing milik salah satu pengunjung. Peristiwa tak biasa ini terjadi saat beberapa warga tengah asyik memancing seperti biasa. Awalnya, mereka mengira ada ikan induk berukuran besar yang berhasil terpancing karena tarikan kail terasa cukup kuat. Namun, suasana langsung berubah tegang ketika kepala hewan tersebut mulai muncul ke permukaan air. Betapa terkejutnya para pemancing saat menyadari bahwa yang tersangkut di kail bukan ikan, melainkan seekor anak buaya. Sontak kepanikan pun sempat terjadi di lokasi. Meski begitu, para pemancing berusaha tetap tenang dan tidak panik berlebihan. Dengan penuh kehati-hatian, mereka mencoba mengendalikan situasi agar tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain di sekitar kolam. Secara perlahan, anak buaya yang masih tersangkut kail tersebut kemudian diarahkan dan dimasukkan ke dalam jaring ikan. Sahabat RTV, berkat kerja sama dan ketenangan para pemancing, anak buaya dengan panjang sekitar satu meter itu akhirnya berhasil diamankan. Beruntung, dalam kejadian ini tidak ada korban luka. Situasi di lokasi pun kembali kondusif setelah hewan tersebut berhasil ditangkap. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti dari mana asal anak buaya tersebut bisa muncul di kolam pemancingan. Kemungkinan hewan itu terbawa arus atau berasal dari habitat liar di sekitar lokasi masih menjadi tanda tanya. Wah, semoga nggak kejadian lagi ya, Sahabat.  

“Kawal Haji” Bantu Jamaah Atasi Kendala di Tanah Suci

MAKKAH, Lensa Indonesia RTV – Untuk meningkatkan pelayanan bagi para calon jemaah haji di Tanah Suci selama operasional haji 1447H/2026, Sistem Infromasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kantor Urusan Haji Jeddah, memperkenalkan aplikasi Kawal Haji. Pelaksana Siskohat, Ali Sadikin mengatakan, aplikasi Kawal Haji ini, berfungsi sebagai media pelaporan terpadu, baik bagi jamaah, maupun petugas, ketika menemukan kendala di lapangan. Baik jemaah maupun petugas bisa melaporkan berbagai kendala yang ditemukan mulai dari layanan konsumsi, akomodasi, transportasi, hingga persoalan darurat, seperti barang atau dokumen yang hilang. “Kawal Haji ini menjadi sarana bagi jemaah dan petugas untuk melaporkan berbagai kendala yang berkaitan dengan layanan haji, termasuk kesehatan dan bimbingan ibadah,” ujarnya. Kehadiran aplikasi ini bukan untuk menggantikan peran petugas di lapangan, melainkan memperkuat sistem layanan agar lebih terintegrasi. Untuk menggunakan aplikasi Kawal Haji ini, jemaah maupun petugas diimbau agar menginstal aplikasi “Kawal Haji” via Google. Caranya ketik “Kawal Haji” lalu masuk lewat akun yang tersedia. Bagaimana cara masuk akun? Bagi jemaah memasukkan nomor porsi haji dan paspor, sementara bagi petugas memasukkan user aplikasi petugas dan paspor. Setelah masuk ke aplikasi, jemaah maupun petugas dapat memilih menu yang tersedia. Dari Makkah, Arab Saudi, Dian Palupi, RTV

error: Content is protected !!