Terdakwa dugaan obstruction of justice atau penghalangan penyidikan kematian Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Hendra Kurniawan mengatakan, tidak mengerti alasan dirinya dipecat dari Polri. Hendra diputus Komisi Kode Etik Polri (KKEP) dengan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) pada Oktober 2022 lalu, karena dianggap tidak profesional saat menjalankan tugas. Saat ini, ia telah mengajukan banding kepada Komisi Kode Etik Polri (KKEP) atas putusan tersebut.
Tag Archives: terkini
Bharada Eliezer Beri Bukti Foto Saat Dijanjikan Uang
Terdakwa Richard Eliezer alias Bharada E menyerahkan bukti foto saat dirinya akan diberikan handphone dan disodorkan uang dolar senilai Rp 1 miliar, di rumah pribadi Ferdy Sambo, Jl. Saguling, Jakarta Selatan. Foto “candid” itu diambil dengan handphone lama pascakejadian penembakan Brigadir Yosua.
Sidang Lanjutan Ferdy Sambo Cs Hadirkan 5 Saksi Ahli
Sebanyak 5 orang saksi dihadirkan dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Yousa, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (14/12). Kelima saksi itu adalah : 1. Febrianto Ar-Rosyid, ahli Puslabfor 2. Sirajul Umam, ahli Biologi Forensik 3. Fira Sania, ahli DNA 4. Arif Sumirat, ahli Balistik 5. Heri Priyanto, ahli Digital Forensik Empat terdakwa akan hadir di ruang sidang, sementara khusus untuk Bharada Eliezer akan mengikuti sidang secara daring, karena statusnya sebagai ‘Justice Collaborator’.
Fakta Baru di Kesaksian Putri Candrawathi
Putri Candrawathi, menjadi saksi untuk terdakwa Richard Eliezer atau Bharada E, Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf, Senin (12/12). Beberapa fakta baru terkait pelecehan yang dialami putri pun terungkap, dalam persidangan itu.
Bharada E Jadi Saksi di Sidang Ferdy Sambo
Bharada E atau Richard Eliezer, menjadi saksi dalam sidang kasus pembunuhan Brgigadir Yosua, untuk terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (13/12) pagi. Kuasa hukum Richard Eliezer, Rony Talapessy mengatakan, kliennya mengaku siap bertemu secara langsung dalam persidangan dengan terdakwa utama Ferdy Sambo. 2 saksi lain ang hadir adalah Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf.
Putri Candrawathi Jadi Saksi Terdakwa Eliezer, Ricky, dan Kuat
Istri mantan Kadiv Propam Mabes Polri Putri Candrawathi, hadir dalam sidang kasus pembunuhan berencana Brigadir Yoshua Hutabarat, Senin (12/12/2022). Sidang ini mendengarkan kesaksian Putri Candrawathi untuk terdakwa Richard Eliezer, Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf.
Putri Candrawathi Tolak Jadi Saksi Bharada E
Putri Candrawathi menolak hadir sebagai saksi untuk terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf, Rabu (7/12). Kuasa hukum Putri, Febri Diansyah mengatakan, telah meminta pengajuan permohonan pemeriksaan saksi terhadap Putri Candrawathi dilakukan tertutup. Alasannya, karena ada peristiwa kekerasan seksual yang diklaim dialami Putri Candrawathi. Hingga saat ini belum ada jawaban resmi dari Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso, apakah sidang yang melibatkan Putri sebagai saksi, akan digelar secara tertutup atau terbuka. Jadwal Putri Candrawathi sebagai saksi pun diundur pekan depan.
Ferdy Sambo Bantah Isu Selingkuh
Terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J, Ferdy Sambo membantah keterangan Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E soal keberadaan perempuan yang menangis di rumah Sambo, Jalan Bangka, Jakarta Selatan. Ferdy Sambo mengaku, akan bertanya ke Bharada E, siapa yang memerintahnya untuk menyampaikan keterangan palsu di persidangan.
Ferdy Sambo Bakal Bertemu Hendra Kurniawan di Sidang Lanjutan
Terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir Yosua, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (6/12). Jaksa Penuntut Umum akan menghadirkan 10 orang saksi dalam sidang hari ini, salah satunya mantan Karo Paminal Hendra Kurniawan.
Ricky Dan Kuat Mengaku Tidak Lihat Sambo Tembak Brigadir J
Terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir J, Kuat Ma’ruf dan Ricky Rizal mengaku tak melihat saat Ferdy Sambo menembak. Kesaksian ini berbeda dengan yang diungkapkan Richard Eliezer atau Bharada E.